31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Dua Remaja Habisi Nyawa Temannya Gara-Gara Mbleyer Gas Motor

KENDAL—Kesal lantaran pernah dipelototi, dua remaja nekat menghabisi nyawa temannya sendiri. Dua pelaku yang kini meringkuk di sel tahanan Mapolres Kendal adalah berinisial FK,17 dan AH, 17, warga Kecamatan Rowosari. Sedangkan korbannya adalah Muhammad Asrofudin, 17.

Kejadian bermula ketika korban menaiki kendaraan roda dua. Kala itu, korban melihat dua pelaku, sedang berjalan. Korban membleyer-bleyerkan sepeda motornya sembari memelototi kedua korban.

Kedua pelaku tak bereaksi seketika. Namun beberapa pekan kemudian, kedua pelaku mengajak korban untuk minum bersama. Selain ketiganya, ada juga teman sekaligus saksi kejadian yang ikut minum bersama. Saat itu, korban bersama dua temannya Imam, 18, dan Aziz, 29, yang juga ikut pesta miras.

Kelimanya yakni pelaku FK dan AH serta korban Asrofudin dan Imam juga Azis pesta miras di Taman Kota Weleri. Setelah puas minum, korban yang saat itu membonceng kendaraan bersama saksi Iman dan Aziz.

Kelimanya kemudian memutuskan pulang bersama. Tapi sesampainya di Jembatan Kebonsari, Rowosari, tersangka FK dan AH meminta beristirahat. Keduanya berpura-pura menyuruh saksi Imam dan Azis untuk membeli rokok.

Tanpa rasa curiga, kedua saksi menuruti kemauan kedua pelaku. Tapi saat kembali dari membeli rokok, keduanya melihat korban Asrofudin dalam kondisi babak belur dan tak sadarkan diri.

Sementara kedua pelaku yakni FK dan AH sudah kabur. Kedua saksi kemudian membawa korban pulang ke rumahnya. Korban ditidurkan di kamarnya tanpa memberitahu pihak keluarga karena kondisi sudah larut malam.

Keesokan harinya, korban ditemukan oleh keluarga di kamarnya dalam keadaan masih tak sadarkan diri. Kondisi muka memar dan penuh darah. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam Kendal. “Karena kondisi korban yang sudah kritis, korban dirujuk ke RS dr Kariadi Semarang. Korban meninggal sore sekitar pukul 18.30,” ujar Kapolres Kendal, AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Rowosari AKP Muhamad Rif’an, Jumat (24/2) kemarin.

Pihak keluarga kemudian melaporkan ke Polsek Rowosari dan akhirnya dilakukan penyelidikan. Dari hasil keterangan dua saksi, pelaku mengarah pada FK dan AH. Namun saat akan dimintai keterangan, keduanya justru kabur setelah mengetahui korbannya tewas. “Kedua pelaku kembali ke rumah setelah dihubungi pihak keluarganya masing-masing. Saat penangkapan, tidak ada perlawanan dari kedua pelaku,” tandasnya.

Kasat Reskrim AKP Arwansa menambahkan motif dari pengeroyokan ini karena pelaku merasa tersinggung gara-gara korban pernah memelototkan mata dan membleyerkan gas motor kepada kedua pelaku.

“Para pelaku meluapkan dendamnya dan secara bersama-sama melakukan pemukulan di bagian kepala dengan tangan dan juga menendangi korban secara bertubi-tubi. Setelah kurang lebih 19 jam dari kejadian, kemudian korban meninggal dunia,” jelas Kasat Reskrim.

Arwansa mengungkapkan kedua tersangka saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polres Kendal untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (bud/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here