33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Hari Ini, Nasib Pabrik Semen Ditentukan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Sesuai tenggang waktu penerbitan surat izin lingkungan pabrik PT Semen Indonesia (SI) di Kabupaten Rembang, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo harus mengambil sikap hari ini, Jumat (24/2).  Ganjar harus memutuskan apakah pabrik semen yang sempat menuai pro-kontra tersebut boleh beroperasi atau tidak.

Ganjar mengaku, sudah menerima hasil paparan dari sidang Komisi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang menjadi bahan rekomendasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Jumat (17/2). ”Saya dikasih waktu 10 hari kerja setelah sidang. Hitungannya sampai 24 Februari,” tegasnya.

Jika sudah ada keputusan, pihaknya akan meminta Bupati Rembang untuk melakukan sosialisasi. Dengan begitu, semua warga baik yang pro maupun kontra, bisa mendapatkan informasi dengan jelas terkait izin lingkungan pabrik semen.

Dijelaskan, sejauh ini pihaknya berupaya melakukan proses penyusunan dokumen lingkungan secara terbuka. Sebenarnya, perbaikan dokumen adendum Amdal tidak perlu partisipasi masyarakat. Tapi Pemprov Jateng sengaja terbuka karena memang tidak ada yang perlu disembunyikan.

Kepala Biro Hukum Setda Jateng, Indrawasih menambahkan, kajian Amdal ini harus dicermati secara detail agar tak ada kesalahan. Baik bersifat prinsip maupun tekstual. ”Masih kami proses dan dilakukan pencermatan. Pencermatan juga melihat secara detail sampai titik dan koma agar tak ada kesalahan yang tak perlu. Intinya, kami tidak pernah memihak, kami netral dan mengacu sesuai aturan yang ada,” jelasnya.

Sementara itu, hasil tim Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang dibentuk Presiden Joko Widodo untuk meneliti keberadaan pabrik semen di Rembang, baru bisa dimumkan April mendatang. Pimpinan KLHS, Prof Soedharto P Hadi mengatakan, pihaknya telah meneliti kawasan Kendeng Utara. Mulai dari Grobogan, Pati, Rembang, Blora hingga wilayah Jatim. Dari penelitian itu, tim KLHS sudah memetakan kawasan yang boleh ditambang dan dikonservasi.

”Saat ini kan lokasi pabrik semen dekat dengan Cekungan Air Tanah (CAT). Sehingga, kami memegang prinsip kehati-hatian jangan sampai menimbulkan dampak yang signifikan,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya tengah mencarikan jalan tengah, untuk menjembatani antara PT SI dengan warga yang menolak. Bisa jadi, muncul rekomendasi agar pabrik semen dipindah ke lokasi lain, tapi masih di sekitar kawasan Kendeng.

”Tapi nanti tunggu hasil akhirnya saja, apakah lokasinya tetap atau tidak. Kalau soal perbedaan waktu dengan surat izin lingkungan yang diterbitkan gubernur, saya tidak tahu karena itu bukan ranah kami,” tegasnya. (amh/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ganjar Minta Gaji Perawat Honorer Minimal UMK

SEMARANG- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan gaji perawat honorer seharusnya tidak lebih kecil dari upah minimal kabupaten/kota (UMK). Dengan jumlah perawat honorer tiap...

Bupati Bangun Kampung Quran di Desa Proto

KAJEN–Di Kabupaten Pekalongan saat ini sudah ada Kampung Batik di Wiradesa dan Kampung Tahu di Bojong. Kedua kampung tersebut sudah banyak dikunjungi oleh para...

Penyintas Kanker Otak Berbagi Resep Panjang Umur

Artis dan mantan atlet binaraga Agung Hercules didiagnosis mengidap glioblastoma multiforme (GBM). Merupakan penyakit kanker otak paling ganas di antara lainnya. Tidak menyebar, tetapi...

Syawalan Gunungan Megono Mengecewakan

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Perayaan tradisi Syawalan Gunungan Megono di objek wisata Linggo Asri, Kecamatan Kajen, Sabtu (23/6) kemarin,  berlangsung ricuh. Pasalnya 19 gunungan Syawalan aneka hasil bumi dari...

Tak Beri THR, Satu Perusahaan Dilaporkan

SEMARANG - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng telah menerima aduan terkait perusahaan yang diindikasi tidak akan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada...

Laga Terakhir Tentukan Nasib Persibat

BATANG — Nasib Persibat Batang ditentukan pada pertindangan terakhir kontra Persibangga Purbalingga, di Stadion Goentoer Dajono Purbalingga, Rabu (13/9) mendatang. CEO Persibat Batang Indonesia...