Ada Buruh Belum Ikut Jaminan Sosial

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

MAGELANG – Dewan Pengurus Wilaya­h (DPW) Asosiasi Peke­rja (Aspek­) Indonesia, Jawa Ten­gah menyambut baik Raperda Inisiatif DPRD Kota Magelang tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan. Harapan besar menanti, utamanya terkait pemenuhan hak tenaga kerja yang selama ini masih diabaikan perusahaan.

“Selama niatnya untuk memperjuangkan dan meningkatkan kompetensi buruh, kami setuju,” kata Ketua DPW Aspek Indonesia, Makiran, Kamis (23/2).

Makiran mengaku, masih banyak masalah yang melilit tenaga kerja atau buruh di Kota Magelang. Permintaan pasar dengan lulusan sekolah vokasi tidak seimbang. Lalu, rendahnya penetapan besaran upah minimum kota (UMK) juga disoal. “Upahnya sangat kecil dan banyak yang dibayar di bawah UMK. Mereka cenderung keluar daerah,” akunya.

Masalah lain, ada buruh yang tidak mendapatkan jaminan sosial baik kesehatan maupun ketenagakerjaan. Beberapa hari lalu, ia berdiskusi dengan buruh transportasi. Hasilnya, mereka mengaku kesejahteraannya tak terjamin. “Mereka belum ikut program jaminan sosial. Padahal dari iuran mereka tiap hari, mestinya bisa dikelola untuk membayar iuran jaminan sosial. Kalau masih belum cukup, seharusnya pemerintah bisa bantu. Syukur-syukur bisa masuk penerima bantuan iuran (PBI),” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pembentukan Perda DPRD Kota Magelang Budi Prayitno menjelaskan, Raperda tentang Penyelenggaran Ketenagakerjaan diharapkan mampu melindungi tenaga kerja lokal. Meski diakuinya, saat ini era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), namun jangan sampai digeruduk tenaga kerja asing, atau luar daerah. “Raperda ini menguntungkan tenaga kerja lokal,” imbuhnya. (put/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -