31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Sabu Dipasok dari Semarang Kali Ketiga Dikirim ke Lapas Pekalongan

PEKALONGAN-Polres Pekalongan Kota memastikan pasokan narkoba berupa sabu-sabu dan belasan obat psikotropika yang akan diedarkan di Lapas Kelas 2A Pekalongam, dipasok dari Semarang. Hal tersebut didapatkan dari keterangan Yusuf, warga Kota Semarang selaku kurir yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Enrico Silalahi, mengatakan bahwa Yusuf berperan sebagai kurir yang mengantar narkoba dari Semarang ke Kota Pekalongan. “Sabu dan ekstasi yang sudah dikemas di dalam kulit kacang itu dari bandar di Semarang. Setelah dibawa Yusuf, lalu diberikan kepada Roni, selanjutnya diberikan kepada anaknya, Mirza, yang ditahan di dalam Lapas Pekalongan,” jelas Kapolres, Kamis (23/2) kemarin.

Enrico mengatakan dari hasil pemeriksaan, Yusuf baru mengaku telah menitipkan narkoba ke Roni sebanyak tiga kali. Kemudian diberikan kepada Mirza yang meringkuk di Lapas Pekalongan atas kasus pencurian. “Modusnya, semua dimasukkan ke dalam makanan, dua kali lolos yang terakhir tertangkap,” lanjut dia.

Terkait kelanjutan kasus ini, pihaknya akan bekerja sama dengan Lapas Pekalongan untuk menyelidiki lebih jauh jaringan peredaran narkoba tersebut.

“Besok (hari ini, red) kami berencana melakukan pemeriksaan ke Lapas Pekalongan, termasuk mendalami siapa saja warga binaan Lapas yang terlibat atau yang turut pesan, karena paketnya banyak,” sambungnya.

Kepala Lapas Pekalongan, M Hilal, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa agar memudahkan penyelidikan pihaknya telah menempatkan Mirza di dalam sel isolasi. “Kami berkoordinasi dengan Polres Pekalongan Kota, barang bukti dan berkas acara pemeriksaan juga telah kami limpahkan,” ucap Hilal.

Selain itu, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang warga binaan lain yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba tersebut. Selanjutnya atas prestasi anak buahnya dalam menggagalkan penyelundupan narkoba, akan diusulkan kenaikan pangkat istimewa terhadap dua orang dan promo jabatan satu orang.

“Petugas jaga kami atau P2U, yaitu Nurul Huda dan Hartanto, kami usulkan kenaikan pangkat istimewa. Sedangkan petugas kami atas nama Riapala yang menangkap pelaku Yusuf akan kami promosikan jabatankan,” jelasnya.

Pihaknya sendiri yang akan mengajukan kenaikan pangkat tersebut ke Kakawanwil Kemenkumham Jateng, Sekjen, Inspektur Jendral hingga Mentri langsung. Sebab, itu adalah prestasi yang luar biasa. Maka ada reward untuk keberhasilan, dan ada punishment untuk pelanggaran berupa pemecatan bagi yang terlibat. Dengan kejadian ini, pihaknya akan lebih ketat dalam melakukan penjagaan serta meningkatkan kewaspadaan kepada semua pihak. (han/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here