31 C
Semarang
Jumat, 7 Mei 2021

557 Pelajar Ikuti Robbani Championship

KENDAL—Sebanyak 557 pelajar mengikuti Lomba Pencak Silat tingkat Jateng di GOR Bahurekso. Dari 557 pelajar tersebut terdiri atas 188 perempuan dan 369 laki-laki. Semua peserta akan beradu kekuatan dan ketangkasan yang diselenggarakan SMP IT Robbani Kendal bertajuk Robbani Championship 2017.

Sedangkan dari tingkat SD sebanyak 141 peserta, SMP 213 peserta dan SMA 203 peserta. Jumlah tersebut menurut Ketua Penyelenggara Pertandingan, Ahmad Syaifudin, terbilang di luar perkiraan. Pasalnya, tahun lalu jumlah peserta dalam lomba yang sama hanya 300 peserta. Jumlah tersebut menurutnya menunjukkan seni bela diri pencak silat di Jateng masih banyak peminatnya. “Sebab target panitia awalnya 400 peserta. Tapi justru melebihi hingga 557 peserta dari berbagai perguruan pencak silat di Jateng,” tuturnya.

Kebanyakan peserta yakni berasal dari daerah pantura Jawa. Seperti Pemalang, Pekalongan, Batang, Semarang, Demak, Jepara dan Grobogan. “Kegiatan ini tujuan utamanya untuk mempererat tali silahturahmi antarperguruan dan rasa cinta tanah air. Bahwa pencak silat adalah seni bela diri warisan budaya leluhur yang harus dilestarikan,” tandasnya.

Lomba kali ini sekaligus mencari bibit-bibit unggul untuk disertakan di Jateng dan lomba tingkat nasional. Sebab Kendal termasuk daerah yang minim mengikutsertakan perwakilannya dalam kejuaraan pencak silat tingkat nasional.

Ketua umum Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jateng, Heri Nuryanto mengharapkan dalam lomba tersebut seluruh peserta melepaskan atribut perguruannya. Hal itu untuk menghindari ego dan dendam di antara perguruan pencak silat. “Lomba ini murni pertandingan di atas arena semata, hanya untuk meraih prestasi dan menjalin keakraban ataupun kekeluargaan di antara perguruan yang ada di Jateng,” tuturnya.

Hal senada dikatakan Bupati Kendal Mirna Annisa yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Agus Rifai. Ia menambahkan agar pertandingan arena cukup diselesaikan di arena. Jangan sampai terjadi pertarungan di luar arena. “Karena hal itu bisa memperburuk citra pencak silat dan akibatnya bisa fatal,” katanya.

Ia berharap, kepada SMP IT Robbani agar bisa menjamu peserta dari luar Kendal. Seperti penginapan, konsumsi harus terjamin. “Selain itu, harus ada pemandu yang bisa menunjukkan tempat-tempat wisata di Kendal ini,” paparnya. (bud/ida)

 

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here