31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Penyandang Disabilitas Tetap Ujian Pembuatan SIM D

WONOSOBO – Satuan Lalu Lintas Polres Wonosobo mulai membuka layanan pembuatan surat izin mengemudi (SIM) jenis D untuk pengemudi sepeda motor dari penyandang disabilitas. Proses ujian dilakukan sama, melalui ujian teori dan praktik. Cuma bedanya, jenis kendaraan bagi penyandang disabilitas beroda tiga.

Bripda Dani Purnawan selaku Penguji SIM Satlantas Polres Wonosobo menyampaikan, Polres Wonosobo memang melaksanakan ujian praktik SIM kepada semua pemohon jenis SIM. Termasuk untuk SIM D yang dilaksanakan Kamis (23/2).

Saat disinggung mengenai jarak patok yang digunakan untuk jalur tes, Dani menjelaskan bahwa ada perbedaan dengan pemohon jenis SIM C. Akan tetapi, pengendara tetap tidak diperbolehkan jalan mundur dan kaki menyentuh tanah serta menjatuhkan patok pembatas.

“Untuk standar tesnya sama, cuma beda dalam jenis kendaraanya, pengemudi dari disabilitas tetap harus memahami aturan lalu lintas dan standar keselamatan,” ujarnya.

Kasatlantas Polres Wonosobo AKP SS Udiono menambahkan, mengenai jumlah roda dua atu tiga, semuanya sudah diatur dalam undang-undang. Hal tersebut sesuai dengan undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu-lintas dan Angkutan jalan terutama pasal 80 huruf (e) berkaitan dengan SIM D yang berlaku untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang cacat.

“Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki surat izin mengemudi sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan. Jadi bagi penyandang cacat pun masih diperbolehkan mengendarai kendaraan dan harus memiliki SIM yaitu SIM D,” jelasnya. (ali/ton)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here