31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Hari Ini, Nasib Pabrik Semen Ditentukan

SEMARANG – Sesuai tenggang waktu penerbitan surat izin lingkungan pabrik PT Semen Indonesia (SI) di Kabupaten Rembang, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo harus mengambil sikap hari ini, Jumat (24/2).  Ganjar harus memutuskan apakah pabrik semen yang sempat menuai pro-kontra tersebut boleh beroperasi atau tidak.

Ganjar mengaku, sudah menerima hasil paparan dari sidang Komisi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang menjadi bahan rekomendasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Jumat (17/2). ”Saya dikasih waktu 10 hari kerja setelah sidang. Hitungannya sampai 24 Februari,” tegasnya.

Jika sudah ada keputusan, pihaknya akan meminta Bupati Rembang untuk melakukan sosialisasi. Dengan begitu, semua warga baik yang pro maupun kontra, bisa mendapatkan informasi dengan jelas terkait izin lingkungan pabrik semen.

Dijelaskan, sejauh ini pihaknya berupaya melakukan proses penyusunan dokumen lingkungan secara terbuka. Sebenarnya, perbaikan dokumen adendum Amdal tidak perlu partisipasi masyarakat. Tapi Pemprov Jateng sengaja terbuka karena memang tidak ada yang perlu disembunyikan.

Kepala Biro Hukum Setda Jateng, Indrawasih menambahkan, kajian Amdal ini harus dicermati secara detail agar tak ada kesalahan. Baik bersifat prinsip maupun tekstual. ”Masih kami proses dan dilakukan pencermatan. Pencermatan juga melihat secara detail sampai titik dan koma agar tak ada kesalahan yang tak perlu. Intinya, kami tidak pernah memihak, kami netral dan mengacu sesuai aturan yang ada,” jelasnya.

Sementara itu, hasil tim Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang dibentuk Presiden Joko Widodo untuk meneliti keberadaan pabrik semen di Rembang, baru bisa dimumkan April mendatang. Pimpinan KLHS, Prof Soedharto P Hadi mengatakan, pihaknya telah meneliti kawasan Kendeng Utara. Mulai dari Grobogan, Pati, Rembang, Blora hingga wilayah Jatim. Dari penelitian itu, tim KLHS sudah memetakan kawasan yang boleh ditambang dan dikonservasi.

”Saat ini kan lokasi pabrik semen dekat dengan Cekungan Air Tanah (CAT). Sehingga, kami memegang prinsip kehati-hatian jangan sampai menimbulkan dampak yang signifikan,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya tengah mencarikan jalan tengah, untuk menjembatani antara PT SI dengan warga yang menolak. Bisa jadi, muncul rekomendasi agar pabrik semen dipindah ke lokasi lain, tapi masih di sekitar kawasan Kendeng.

”Tapi nanti tunggu hasil akhirnya saja, apakah lokasinya tetap atau tidak. Kalau soal perbedaan waktu dengan surat izin lingkungan yang diterbitkan gubernur, saya tidak tahu karena itu bukan ranah kami,” tegasnya. (amh/ric/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here