31 C
Semarang
Rabu, 5 Mei 2021

804 Pensiunan Gugat Bank BRI Rp 160 M

SEMARANG – Sebanyak 804 pensiunan Bank BRI Jateng dan DIJ menggugat Bank BRI Pusat serta Kantor Wilayah Bank BRI Semarang di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Para pensiunan tersebut menuntut pihak manajemen Bank BRI membayar ganti pesangon, penghargaan masa kerja, serta penggantian hak sesuai ketentuan secara materiil sebesar Rp 10 miliar, imateriil Rp 100 miliar, dan pengenaan denda Rp 50 miliar atau total Rp 160 miliar.
Dalam sidang pemeriksaan saksi, yakni pensiunan Bank BRI asal Jatim, Achmad Syafi’i, menyebutkan, kalau gugatannya diajukan untuk meminta keadilan dan perlakuan yang sama dari Bank BRI.

Ia menyampaikan, meski sama-sama mengikuti program dana pensiun, pernah ada seorang pegawai Bank BRI yang meninggal dunia, kemudian mendapatkan pensiunan dan uang pesangon.

”Sedangkan pensiunan normal seperti kami malah tidak mendapatkan uang pensiunan dan pesangon,” ujar saksi Syafi’i di hadapan majelis hakim yang dipimpin Zaenal Arifin SH, Kamis (23/2).
Para penggugat yang diwakili kuasa hukumnya, Iwan Yuli Hermawan dan Purnomo mengaku, pada persidangan Selasa (14/2) lalu, sudah memberikan bukti tertulis tambahan berupa surat anjuran dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat, Disnakertrans Provinsi Jawa Timur dan Disnaker Kota Pekanbaru. Isi surat tersebut menginformasikan agar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membayarkan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan penggantian hak kepada pekerjanya.

Selain itu, lanjut Iwan, pesangon merupakan hak karyawan sebagai penghargaan atas jasa karyawan selama mengabdi. Hal itu dibayarkan perusahaan saat dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). ”Jadi berbeda dengan uang pensiun. Ini iuran karyawan yang dipotong dari gaji setiap bulannya oleh dana pensiun,” bebernya. (jks/aro/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here