31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Boyongan ke Perpustakaan Kecamatan

SEMARANG – Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri Ngaliyan 02 Semarang, Kamis (23/2), dihentikan sementara. Sebab, para siswa dan guru harus mengepaki barang-barang untuk segera dipindahkan di tempat yang baru. Pihak sekolah diberikan kelonggaran hingga minggu ini untuk mengosongkan bangunan sebelum semua diratakan untuk proyek jalan tol Semarang-Batang.

Wakil Kepala SDN Ngaliyan 02, Wijayanti, mengakui, saat ini sekolah tengah melakukan persiapan pindahan. Mereka melakukan pengepakan dokumen dan inventaris sekolah lainnya sambil menunggu proses pemindahan ke bangunan sementara di Gedung Perpustakaan Kecamatan Ngaliyan.

”Pemberitahuan cuma seminggu. Senin depan harus sudah bersih, pemerintah memberikan tempat sementara sambil menunggu bangunan sekolah yang baru. Sebenarnya tempatnya belum diserahkan penuh, kuncinya kami juga belum pegang. Sehingga sampai sekarang belum bisa bersih-bersih atau menata-nata barang di tempat yang baru. Kalau lihat ke sana (gedung perpustakaan kecamatan, Red) paling cuma ngintip-ngintip,” katanya.

Dikatakan, relokasi sekolah akibat proyek tol ini cukup mengganggu psikis dan batin para siswa dan guru. ”Dampak ke anak-anak untuk pemindahan sekolah ini jelas terganggu. Sebab, kalau pindahnya agak jauh, berarti anak harus berangkat agak pagi. Di sini saja sekarang jalannya kalau hujan becek. Sebaliknya, kalau gak hujan, debunya banyak sekali,” ujarnya.

Rohani, wali kelas 6 menjelaskan, kemarin kepala sekolah dipanggil untuk rapat di kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang Jalan Dr Wahidin Semarang terkait relokasi sekolah tersebut. Pihak Pemerintah Kota Semarang sendiri belum ada anggaran untuk membangun gedung sekolah yang baru. Padahal bangunan sekolah itu akan segera diratakan untuk pembangunan jalan tol Semarang-Batang. Akhirnya, pihak pemkot memberikan tempat sementara di Gedung Perpustakaan Kecamatan Ngaliyan. Saat boyongan nanti, lanjut dia, pihak sekolah akan dibantu transportasi oleh Jasa Marga.

”Rabu (22/2) kemarin, kita langsung ngepaki barang-barang. Kasihan anak-anak, belajarnya jadi terganggu. Apalagi siswa kelas 6 sudah mulai tryout Unas, otomatis sangat terganggu dengan adanya penggusuran ini.  Lagian di sini debunya tebel-tebel sampai sesak napas, makanya kita inisiatif beli masker buat anak-anak agar tidak batuk-batuk. Mudah-mudahan proses pindahan berjalan dengan lancar,” bebernya.

Bima, siswa kelas 6 SDN Ngaliyan 02 Semarang mengungkapkan kesedihannya lantaran sekolahnya bakal segera diratakan. ”Rasanya sedih kan aslinya gak pengin pindah. Udah nyaman di sini. Tapi mau digusur proyek tol, jadi ya harus pindah. Kalau di sini adem. Kalo di sekolah yang baru itu deket sungai, sama jalannya juga jauh,” katanya.

Selain merasa sedih dan kecewa, Bima juga merasakan dampak dari adanya pemindahan sekolah, lantaran sebentar lagi dirinya akan menghadapi ujian nasional (Unas). ”Sebenarnya dengan keadaan sekarang, sangat terganggu. Sebab, seharusnya ini buat belajar, malah buat bersih-bersih,” keluhnya. (mg29/aro/ce1) 

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here