33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

Selundupkan Sabu di Kacang, 2 Diringkus

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

PEKALONGAN–Petugas Lapas Kelas 2A Pekalongan kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dan ekstasi ke dalam lapas. Dua terduga pelaku berhasil dibekuk petugas gabungan Lapas dan Satnarkoba Polres Pekalongan, sebelum berhasil melarikan diri, Rabu (22/2) kemarin.

Penangkapan tersebut bermula saat jam besuk diberlakukan oleh Lapas. Salah satu orang tua narapidana, yaitu Roni, 52, berniat menjenguk anaknya atas nama Mirza, 24, warga Buaran Kabupaten Pekalongan pelaku pencurian. Kedatangannya dengan membawa makanan berupa kacang kulit. Seperti biasa dua petugas jaga, Hartanto Pribadi dan Nurul Huda melakukan pemeriksaan standar.

Namun saat diperiksa, kacang yang dibawa bapak setengah baya tersebut mencurigakan. Setelah petugas lain membantu memeriksa, ternyata benar bahwa di dalam kacang tersebut, ada paket sabu-sabu. “Saat petugas kami memeriksa dengan jeli dan mencurigai kacang yang dibawa. Setelah dipecah, ternyata isinya narkoba jenis sabu-sabu,” jelas Kepala Lapas Kelas 2A Pekalongan, M Hilal.

Modus yang digunakan dengan menaruh bungkusan kecil narkoba di dalam kacang. Kemudian di lem, sehingga sepintas seperti kacang kulit pada umumnya. Namun jika dilihat dari dekat, ada lemnya, sehingga petugas curiga.

Setelah dibuka semua kacang, didapatkan 11 paket hemat narkoba jenis sabu-sabu, dan 12 obat psikotropika sejenis ekstasi dengan nama kimianya antaralain Diazepam , Aprozolam, Lorazepam  dan Alganak.

Saat diinterogasi petugas, Roni mengaku tidak tahu isi barang yang dibawanya. Menurutnya, barang tersebut titipan orang tidak dikenal yang ditemui di Stasiun Kereta Api Kota Pekalongan. Bahkan dirinya juga tidak mengenal nama pelaku yang menitipkan barang. “Saya tidak tahu isinya, saya cuma dikasih sama temannya Mirza,” kata Roni kepada petugas.

Berbekal informasi dan pengakuan Roni, petugas Lapas Pekalongan dan anggota Satnarkoba Polres Pekalongan Kota bergerak ke Stasiun Pekalongan. Setelah sebelumnya menghubungi petugas di Stasiun.

Beruntung di lokasi ini, petugas gabungan berhasil menangkap Yusuf, warga Sawah Besar, Kaligawe, Kota Semarang yang berencana kembali ke Semarang dengan naik kereta api, namun jadwal keretanya belum datang. “Anggota kami dibantu personel Narkoba Polres Pekalongan Kota lalu mengamankan Yusuf di stasiun Pekalongan. Rencananya dia akan kembali ke Semarang,” kata Hilal.

Namun setelah diinterogasi, dari pengakuan Yusuf, diketahui Roni dan Yusuf telah bertemu tiga kali. “Pengakuannya sudah tiga kali bertemu, jadi kami kira mereka kenal. Tapi apakah pertemuan pertama dan kedua juga menitipkan narkoba ini masih didalami,” kata Hilal.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Enrico Silalahi, mengatakan, pihaknya mengapresiasi kesigapan petugas Lapas Pekalongan dalam mengantisipasi peredaran narkoba. Menurut Enrico, modus yang dipakai oleh pelaku merupakan modus baru untuk di Lapas Pekalongan, yakni memasukkannya ke dalam kacang. “Kami menunggu Kepala Lapas Pekalongan melimpahkan ke kami, baik para pelaku beserta barang buktinya. Kami juga akan menindaklanjuti kasus ini, siapakah napi lain yang  terlibat dan pesan narkoba tersebut,” katanya. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kejar Okupansi 75 Persen

SEMARANG – Bisnis perhotelan di Semarang terus berkembang. Ini terlihat dengan terus berdirinya sejumlah hotel di kota ini. Salah satunya Aston Inn Pandaran. Di...

Apel Siaga, Rudi Bacakan Dedication of Life Soekarno

SALATIGA - Kehadiran sosok Agus Rudianto dalam acara Apel Siaga bertemakan ’Setia Megawati, Setia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)’ menjadi daya tarik tersendiri. Antusiasme...

Kebocoran Parkir Dimakan Jukir

KENDAL—Dinas Perhubungan Kendal mengakui banyak kebocoran dalam pengelolaan parkir di Kendal. Kebocoran disinyalir karena lemahnya manajemen dalam pengelolaan titik parkir dan banyaknya juru parkir...

Usulkan Reward Desa Berkinerja Baik dan Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan

RADARSEMARANG.COM - DPRD Kabupaten Demak melalui rapat kerja (raker) komisi-komisi telah membahas berbagai hal terkait laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Demak akhir tahun anggaran 2017....

Tiga Fraksi DPRD Kendal Mengalah

KENDAL- Tiga fraksi dari parpol pemenang Pilkada Kendal 2015 tidak mendapatkan jatah posisi penting dalam alat kelengkapan dewan di DPRD Kendal. Ketiga parpol tersebut,...

Pasar Mangkrak Jadi Arena Judi Sabung Ayam

SEMARANG - Pasar Banjardowo,  Genuk, Semarang yang dikelola investor PT Pratama Sarana Mandiri, sudah hampir 11 tahun mangkrak. Dari 241 kios dan 240 los, hanya sebagian...