33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Pemasangan Pipa Proyek SPAM Dikeluhkan Warga

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KAJEN-Pemasangan pipa mega proyek Petalong atau Proyek Pengembangan Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) senilai Rp 64 miliar dikeluhkan masyarakat. Lantaran pihak rekanan, yakni PT Kartika Ekayasa tidak memperhatikan keselamatan pengguna jalan, seperti pemasangan rambu-rambu lalu lintas, dan tidak membersihkan sisa tanah galian yang tercecer di jalan raya. Sehingga sepanjang jalan yang dipasang pipa menjadi licin, ketika hujan turun.

Pipa SPAM dimasukkan ke dalam galian tanah di tepi jalan dengan kedalaman satu meter dan lebar 60 sentimeter, sepanjang 20 kilometer itu ditanam di turus jalan Desa Sengare, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan hingga Kota Pekalongan. Kondisi tersebut diparah dengan tidak adanya pemasangan lampu penerangan jalan, sehingga banyak pengguna jalan yang terjatuh di galian. Bahkan kerap dijumpai kendaraan roda empat terperosok dan masuk di galian pipa SPAM.

Perangkat Desa Karangdadap, Edi Mulyadi, 43, mengungkapkan bahwa hampir setiap malam, banyak kendaraan roda empat yang terperosok di galian pipa SPAM, karena minimnya lampu penerangan dan rambu, serta kondisi galian pipa SPAM yang terlalu mepet ke badan jalan.

“Kalau malam gelap, bisa dipastikan selalu ada laporan mobil atau kendaraan lain yang teperosok pada pipa galian proyek. Kami sudah memberikan masukan dan saranpada pihak rekanan, namun tidak direspon,” ungkap Edi.

Hal serupa disampaikan pada Nurudin, 52, warga Desa Karangdadap, yang rumahnya tepat di tepi jalan raya yang digunakan untuk galian pipa SPAM. Dirinya setiap hari melihat kecelakaan lalu lintas. Pengendara sepeda motor banyak yang terjatuh, karena licinnya jalan akibat ceceran tanah galian yang ada di tepi jalan raya.

“Seharusnya pihak rekanan memberikan batas antara galian dan jalan, serta ceceran tanah galian dibersihkan. Karena kalau hujan, sisa galian mengalir ke jalan raya dan membuat jalan licin,” kata Nurudin.

Sementara itu, Pengawas PT Kartika Ekayasa, pelaksana mega proyek Petalong atau Proyek Pengembangan sistem Penyedia Air Minum (SPAM) senilai Rp 64 miliar, Dedy, ketika dikonfirmasi membantah jika pihaknya tidak menyediakan rambu lalu lintas pada setiap galian pipa SPAM.

Menurutnya, setiap galian pipa sepanjang 30 meter, selalu dipasang satu rambu lalu lintas, meski ukuran rambu lalu lintas terebut kecil. Seharusnya, pihak pengendara lebih hati-hati dan jangan selalu menyalahkan rekanan. Karena pihak rekanan tidak mampu menyediakan lampu penerangan atau tali pengaman sepanjang galian pipa SPAM. “Masyarakat pengguna jalan yang harus hati-hati. Sudah tahu ada galian pipa SPAM, harusnya tidak mengendarai kendaraannya dengan kencang,” tegas Dedy. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Derby Megono Milik Persip

BATANG-Pertandingan dua klub sepakbola bertetangga yang memiliki kultur dan sejarah yang sama, Persibat Batang dan Persip Pekalongan, dengan titel Derby Megono (diambil dari nama...

425 Anak Korban Kekerasan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dituntut serius menangani kasus kekerasan anak di Jateng. Sebab, sampai Juli 2018 ini, tercatat sebanyak 425 kasus kekerasan anak....

Jangan Terbangkan Balon Udara

MAGELANG - PT PLN Area Magelang meminta masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara selama Ramadan dan Lebaran. Pasalnya, balon udara jika terkena jaringan listrik...

Sediakan Kantin dan MCK Keren

RADARSEMARANG.COM - SARANA dan prasarana (Sarpras) di SMAN 1 Boja Kabupaten Kendal benar-benar sangat representatif. Mulai dari kantin sekolah yang keren, MCK yang seperti hotel,...

Latih Profesionalisme Prajurit TNI

DEMAK- Ratusan  prajurit Kodim 0716 Demak menjalani latihan menembak senjata ringan (Latbak Jatri) di lapangan tembak Desa Jragung, Kecamatan Karangawen. Latihan yang berlangsung 3...

Kali Pertama Ramadan 2017, Dapat Bingkisan

SEMARANG - Para pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Jatibarang dan para penyapu jalan di Kota Semarang, merasa terbantu dengan adanya pembagian...