33 C
Semarang
Kamis, 16 Juli 2020

Pemasangan Pipa Proyek SPAM Dikeluhkan Warga

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

KAJEN-Pemasangan pipa mega proyek Petalong atau Proyek Pengembangan Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) senilai Rp 64 miliar dikeluhkan masyarakat. Lantaran pihak rekanan, yakni PT Kartika Ekayasa tidak memperhatikan keselamatan pengguna jalan, seperti pemasangan rambu-rambu lalu lintas, dan tidak membersihkan sisa tanah galian yang tercecer di jalan raya. Sehingga sepanjang jalan yang dipasang pipa menjadi licin, ketika hujan turun.

Pipa SPAM dimasukkan ke dalam galian tanah di tepi jalan dengan kedalaman satu meter dan lebar 60 sentimeter, sepanjang 20 kilometer itu ditanam di turus jalan Desa Sengare, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan hingga Kota Pekalongan. Kondisi tersebut diparah dengan tidak adanya pemasangan lampu penerangan jalan, sehingga banyak pengguna jalan yang terjatuh di galian. Bahkan kerap dijumpai kendaraan roda empat terperosok dan masuk di galian pipa SPAM.

Perangkat Desa Karangdadap, Edi Mulyadi, 43, mengungkapkan bahwa hampir setiap malam, banyak kendaraan roda empat yang terperosok di galian pipa SPAM, karena minimnya lampu penerangan dan rambu, serta kondisi galian pipa SPAM yang terlalu mepet ke badan jalan.

“Kalau malam gelap, bisa dipastikan selalu ada laporan mobil atau kendaraan lain yang teperosok pada pipa galian proyek. Kami sudah memberikan masukan dan saranpada pihak rekanan, namun tidak direspon,” ungkap Edi.

Hal serupa disampaikan pada Nurudin, 52, warga Desa Karangdadap, yang rumahnya tepat di tepi jalan raya yang digunakan untuk galian pipa SPAM. Dirinya setiap hari melihat kecelakaan lalu lintas. Pengendara sepeda motor banyak yang terjatuh, karena licinnya jalan akibat ceceran tanah galian yang ada di tepi jalan raya.

“Seharusnya pihak rekanan memberikan batas antara galian dan jalan, serta ceceran tanah galian dibersihkan. Karena kalau hujan, sisa galian mengalir ke jalan raya dan membuat jalan licin,” kata Nurudin.

Sementara itu, Pengawas PT Kartika Ekayasa, pelaksana mega proyek Petalong atau Proyek Pengembangan sistem Penyedia Air Minum (SPAM) senilai Rp 64 miliar, Dedy, ketika dikonfirmasi membantah jika pihaknya tidak menyediakan rambu lalu lintas pada setiap galian pipa SPAM.

Menurutnya, setiap galian pipa sepanjang 30 meter, selalu dipasang satu rambu lalu lintas, meski ukuran rambu lalu lintas terebut kecil. Seharusnya, pihak pengendara lebih hati-hati dan jangan selalu menyalahkan rekanan. Karena pihak rekanan tidak mampu menyediakan lampu penerangan atau tali pengaman sepanjang galian pipa SPAM. “Masyarakat pengguna jalan yang harus hati-hati. Sudah tahu ada galian pipa SPAM, harusnya tidak mengendarai kendaraannya dengan kencang,” tegas Dedy. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pola Pikir Masyarakat Harus Diubah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani mengatakan, untuk menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus antisipasi kemajuan teknologi serta bertambahnya jumlah penduduk, negeri ini...

Pesawat Cocor Merah jadi Panci  di Kaliangkrik

Seperti halnya Kota Magelang, wilayah Kabupaten Magelang pada agresi militer II Belanda, Desember 1948, juga menjadi medan pertempuran. Tentara Divisi Siliwangi yang hendak hijrah...

Tukang Gigi Dilarang Pasang Behel

SALATIGA – Polres Salatiga mendapatkan apresiasi atas penindakan hukum terhadap tukang gigi yang memasang behel (kawat gigi) ke masyarakat belum lama ini. Hal ini...

PMII Tolak RUU MD3

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Salatiga berunjukrasa menolak disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang perubahan kedua...

Empat Semester untuk Ajaran Bung Karno

Oleh: Dahlan Iskan Baru sekali ini. Saya ke Universitas Bung Karno. Yang kampusnya dua. Berdekatan. Di Jalan Cikini. Dan di Jalan Kimia itu. Ada acara haul...

Gerindra Mulai Kenalkan Bacagub

WONOSOBO—Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah masih akan berlangsung setahun lagi. Tapi sejumlah partai mulai ancang-ancang mencari bakal calon gubernur (bacagub) yang akan diusung. Kandidat...