33 C
Semarang
Minggu, 25 Oktober 2020

Mangkrak, 16 Kios Pasar Bulu Disegel

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG – Sedikitnya 16 kios yang tidak digunakan alias mangkrak di Pasar Bulu lantai II disegel oleh petugas Dinas Perdagangan Kota Semarang. Hal ini dilakukan sebagai langkah tegas kepada para pedagang yang mangkir berjualan dan enggan menempati kios yang disediakan. Saat melakukan penyegelan, Rabu (22/2) kemarin, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto memasang stiker bertuliskan ”Kios/Los Bermasalah.”

Penyegelan dilakukan mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pengaturan Pasar Tradisional pasal 17 ayat 6 (c), yakni tidak menjalankan usahanya berturut-turut selama 3 bulan, maka hak tempat berjualan dikuasai oleh dinas.

Fajar mengatakan, dirinya berusaha tegas ingin menjalankan amanah dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi agar Pasar Bulu bisa dihidupkan lagi dan ramai. ”Kasihan Mas Hendi (sapaan Wali Kota Hendrar Prihadi, Red) sudah mbangun seperti ini tapi pada ndableg. Sudah dua kali diberi peringatan, tapi tidak diindahkan. Jadi ini peringatan terakhir. Sebanyak 16 kios ini dikuasai Dinas Perdagangan,” ungkapnya.

Fajar menyayangkan oknum pedagang yang tidak mau berjualan dengan alasan tertentu, dan ada yang membuatnya menjadi lahan investasi.

Ia mengutarakan hal tersebut merupakan sebuah pelanggaran, dan pedagang tidak memiliki hak tersebut. Karena kios dan lapak sepenuhnya aset milik Pemerintah Kota Semarang, para pedagang hanya memiliki hak menempati.

Selain itu, ia juga mengungkapkan kekecewaannya pada pedagang yang sejak awal pasar dibangun, namun tidak membuka usahanya. Mereka meninggalkan lapaknya begitu saja.

Dikatakan, nantinya pedagang yang kiosnya disegel bisa menghadap ke Dinas Perdagangan jika ingin membuka kembali kiosnya. Syaratnya, harus membayar uang retribusi baik kebersihan maupun listrik terhitung sejak awal mereka memiliki tempat tersebut.

”Mereka itu tidak bayar retribusi kebersihan dan listrik, ini kan aset pemerintah, jadi jangan seenaknya. Kami beri waktu satu bulan, jika tak diurus, akan kami berikan ke pedagang yang membutuhkan,” tegasnya.

Ditambahkan, akan ada 100 pedagang baru yang segera menempati lantai III Pasar Bulu. Dijadwalkan pada minggu pertama Maret mendatang semua sudah harus menempati. Pihaknya masih memberikan waktu kepada pemilik kios lantai II yang disegel untuk menemuinya. Sebab, gembok yang dipakai mengunci kios telah diganti secara perorangan, dan tidak lagi menggunakan gembok milik Dinas Perdagangan.

”Minggu depan kami akan koordinasi dengan Polres dan Satpol PP, karena gembok sudah diganti bukan yang dari dinas. Kalau kami buka paksa, nanti malah menimbulkan kericuhan. Kami berikan waktu untuk segera menghadap ke kami, kita rembuk baik-baik, apabila tidak bisa setengah bulan dari hari ini, kita buka paksa dengan melibatkan petugas Polres maupun Satpol PP,” ujarnya.

Ia membeberkan, setelah tenggat waktu usai ia akan membuka peluang bagi pedagang yang ingin menempati kios di Pasar Bulu. Sehingga Pasar Bulu bisa kembali ramai dan hidup seperti yang diinginkan pemerintah saat awal pembangunan.

Dikatakan, Pasar Bulu bisa dijadikan tempat baru bagi pedagang yang sebelumnya berjualan di Pasar Johar atau pasar lain yang belum mendapatkan tempat. Selain itu, kebijakan ini juga akan diberlakukan di pasar lain, agar kondisi pasar bisa lebih tertib dan kios dipakai sesuai fungsinya.

Santi, pemilik kios usaha jahitan di lantai II mengungkapkan, ia ingin bisa mendapat kios lagi, karena saat ini yang digunakan dirasa kurang, dan tidak seperti miliknya dulu ketika belum dibangun.

”Itu yang tutup kan biasanya milik pedagang yang dulu punya beberapa kios, tapi setelah dibangun dapat jatahnya misah-misah, makanya tutup. Ya, saya setuju kalau kepemilikannya kembali pada dinas, dan senang kalau ada yang mau jualan di sini jadi ramai. Kan jadi semangat kalau banyak yang jualan,” katanya. (mg26/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...