Beranda Jateng Magelang Karaoke Bebas Jualan Miras

Karaoke Bebas Jualan Miras

Others

MAGELANG – Sedikitnya 12 pengunjung karaoke digelandang petugas gabungan Polres Magelang Kota, Kodim 0705/Magelang, Sub Denpom IV/2-1 Magelang dan Satpol PP KOta Magelang, Selasa (21/2) malam. Mereka diamankan di beberapa tempat hiburan karaoke keluarga lantaran terindikasi menggelar pesta minuman keras. Beberapa di antaranya diamankan lantaran tidak sanggup menunjukkan identitas diri pada petugas.

Beberapa tempat hiburan menyanyi yang disatroni adalah Nav Express, Vitu, Pop, Happy Puppy, dan Karaoke Pattaya. Para petugas yang datang ke lokasi langsung menyisir bilik demi bilik untuk mencari pengunjung yang kedapatan tidak membawa kartu tanda pengenal.

Kepala Satpol PP Kota Magelang Singgih Indri Pranggana menjelaskan, razia penyakit masyarakat digelar dalam rangka penegakan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Kegiatan ini diperkuat dengan Peraturan Wali Kota Nomor 26 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Hiburan dan Rekreasi.

Menurut Singgih, razia sengaja difokuskan pada tempat hiburan rumah karaoke. Selain mengontrol operasional sejumlah tempat karaoke juga meminimalkan potensi gangguan ketertiban umum.

”Dari beberapa tempat yang kami datangi, ditemukan minuman keras di sejumlah ruang karaoke. Bahkan, kita serahkan satu pengunjung untuk ditindak polisi karena kedapatan membawa obat keras daftar G,” tegas Singgih, Selasa (21/2) malam.

Singgih tercengang melihat kondisi usaha berlabel ”karaoke keluarga”. Sebab saat dirazia, petugas melihat sejumlah perempuan dengan pakaian serba minim. Saat ditanya, salah satu di antara mereka mengaku sebagai pemandu lagu (PL).

Tidak hanya itu, diduga hampir seluruh tempat karaoke terang-terangan menjajakan minuman keras. Pegawai tempat hiburan juga tidak mencatat identitas dan memeriksa pengunjung sehingga pelanggaran ketertiban umum berpotensi lebih besar terjadi.

”Ada salah satu rumah karaoke, bukannya mengantongi SIUP Minuman Beralkohol dari Pemkot Magelang, melainkan SIP Mikro terbitan Disperindakop Kabupaten Sleman. Temuan ini tentu menjadi pekerjaan rumah kami,” beber dia.

Ia tidak segan mengancam pemilik usaha karaoke dengan mencabut izin operasional tempat hiburan bila temuan serupa masih dijumpai. Seandainya dicabut, secara otomatis, tempat karaoke dipaksa untuk tutup dan tidak bisa beroperasi kembali.

”Secara langsung sudah kami beri peringatan. Kami akan pantau terus. Kalau masih nekat, bisa saja mengambil tindakan tegas berupa penyegelan,” jelas Singgih. (cr1/ton)

Stay Connected

12,286FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here