31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Pesta Miras, 12 Pelajar Diamankan

KAJEN-Sebanyak dua belas pelajar SMP dan SMA pada sekolah swasta di Kabupaten Pekalongan, Rabu (22/2) kemarin, diamankan oleh petugas Polsek Wiradesa Polres Pekalongan. Yakni, ketika sedang pesta minuman keras (miras) oplosan, di halaman Puskesmas Werdi, Kecamatan Wonokerto.

Penangkapan tersebut bermula ketika pihak Polsek Wiradesa mendapatkan laporan dari warga, tentang adanya pesta miras yang dilakukan oleh belasan pelajar dan menganggu warga yang melintas di depan Puskesmas Werdi. Sehingga, warga tidak lagi nyaman, ketika melintas di depan Puskesmas werdi tersebut.

Bahkan belasan pemuda tanggung yang sedang mabuk tersebut tidak segan meminta uang pada pejalan kaki saat sampai di depan Puskesmas Werdi. Jika para pejalan kaki tidak memberikan uang, mereka memaksa dan mengancam melukainya.

Kanit Sabhara Polres Pekalongan, Aiptu Nyoman Ardika, mengungkapkan bahwa penangkapan terhadap 12 remaja tanggung tersebut bermula adanya laporan warga yang merasa tergangu dan tidak nyaman dengan ulah para remaja tanggung yang kerap melakukan pesta miras oplosan dan menganggu masyarakat sekitar.

Menurutnya, dari 12 remaja tanggung saat diamankan, satu di antaranya sempat melakukan perlawanan terhadap anggota Sabhara Polres Pekalongan, yakni atas nama Vegan Arbagustam bin Zamroni,19,  warga Desa Kauman, Kecamatan Wiradesa. “Vegan ketika diamankan sempat melawan dan melukai anggota. Saat itu, Vegan sedang mabuk berat. Maka supaya tidak melukai anggota lain, langsung kami amankan di Polres Pekalongan,” ungkap Aiptu Nyoman Ardika.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP Aries Tri Hartanto, mengatakan bahwa penangkapan terhadap 12 remaja tanggung tersebut adalah tindaklanjut dari laporan warga desa setempat yang merasa terancam dan terganggu dengan keberadaan mereka yang suka mengadakan pesta miras oplosan.

Menurutnya saat 12 remaja ditangkap, mereka sedang melakukan pesta miras oplosan, yakni oplosan berupa cairan alkohol 70 persen yang dicampur dengan kuku bima. Kemudian dimunim bersama-sama, dua di antaranya sangat mabuk berat, bahkan untuk berdiri pun sulit.

“ Untuk memberikan efek jera, kedua orang tua para remaja tersebut dipanggil dan membuat surat pernyataan, untuk tidak lagi melakukan hal serupa. Selain itu, tidak lagi menganggu masyarakat,” tegas AKP Aries Tri Hartanto. (thd/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here