31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Hindari Konflik, Sertifikatkan 25 Bondo Deso

DEMAK-Pemerintah Desa (Pemdes) Buko, Kecamatan Wedung mulai menertibkan aset desa berupa tanah bondo deso. Tanah-tanah milik desa tersebut disertifikatkan, agar statusnya lebih aman.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Buko, Khoirul Saleh mengatakan bahwa ada 25 bidang tanah yang disertifikatkan. Selain untuk tertib administrasi, pensertifikatan tersebut untuk menghindari konflik di kemudian hari dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya. Selain itu, untuk mendukung upaya Pemkab Demak dalam meraih status wajar tanpa pengecualian (WTP) yang ditargetkan dicapai pada 2017 ini.

“Sebenarnya, usaha pensertifikatan tanah bondo deso ini sudah lama. Tapi, baru terealisasi tahun ini. Ini juga untuk menjamin kepastian hak tanah desa,” katanya.

Menurutnya, biasanya tanah bondo deso tersebut dilelang. Hanya saja, banyak penggarap yang tidak peduli dengan status tanah desa itu. Kadang tanpa disadari, tanah diperlebar atau justru tanah berkurang, karena proses pengolahan tanah. “Dengan sertifikasi tanah ini, maka dapat mencegah sengketa tanah,” katanya.

Kepala Desa Buko, Slamet Wahono menambahkan bahwa pihak desa telah mengirimkan pengajuan pensertifikatan tanah desa itu ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau Kantor Pertanahan Kabupaten Demak. “Kami sudah mengirim surat pengajuan pensertifikatan itu ke BPN. Targetnya 3 tahun selesai,” jelasnya, kemarin. Menurutnya, upaya pensertifikatan tanah bondo deso ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya. (hib/ida)

 

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here