31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

Ratusan Petani Tebu Beralih ke Jagung

KENDAL—Tutupnya pabrik gula atau Industri Gula Nusantara (IGN) Cepiring membuat petani tebu di Kendal Kelimpungan. Bahkan ratusan petani tebu di Kabupaten Kendal Jawa Tengah mulai mogok menanam tebu. Mereka justru beralih ke tanaman jagung dan padi yang dinilai lebih menguntungkan.

Alasan mereka beralih ke tanaman jagung dan padi, lantaran tebu dinilai sudah tidak menguntungkan lagi. Malah beberapa musim terakhir, petani tebu merugi karena dibeli murah oleh para tengkulak tebu maupun produsen gula.

Alasan lain, lantaran pabrik gula yang ada di Cepiring Kendal sudah tutup dan tidak berproduksi lagi. Sebelum pabrik gula Cepiring tutup pada tahun 2016, jumlah petani tebu di Kendal ada 500 orang lebih. Mereka menanam tebu di lahan yang luasnya mencapai 600 hektare.

“Sekarang petaninya tinggal 200 orang. Mereka menanam di lahan yang luasnya sekitar 400 hektare,” kata Ketua Asosiasi Petani Tebu Kabupaten Kendal, Tardi, Rabu (22/2) kemarin.

Menurut Tardi, sebelum pabrik gula Cepiring tutup, petani menjual tebunya ke pabrik tersebut. Tentu harganya lebih tinggi dan keuntungannya banyak karena petani tidak perlu mengeluarkan banyak diskusi.

“Namun setelah tutup, petani harus menjual tebu ke Kudus, Blora, Pati, Pemalang dan Tegal. Sehingga keuntungan petani habis untuk biaya transpotasi. Sekali angkut keluar sama dengan biaya angkut 5 kali ke pabrik gula Cepiring,” tuturnya.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Kendal, Hardjito mengakui kalau petani tebu di Kendal berkurang. Sebab keuntungannya tidak sebanding dengan modal dan tenaga yang dikeluarkan. “Disamping itu, pabrik gula di Cepiring sudah tidak beroperasi lagi,” kata Hardjito.

Hardjito berharap, pabrik gula Cepiring secepatnya bisa beroperasi lagi. Sehingga petani tebu yang beralih tanam ke tanaman lain, bisa kembali menanam tanaman yang menjadi bahan dasar gula.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi B Provinsi Jawa Tengah, Yudhi Sancoyo, usai bertemu dengan petani tebu dan Dinas Pertanian dan Perkebunan, mengatakan bahwa kedatangannya ke Kendal untuk menyerap aspirasi petani tebu. Sebab sekarang ini, sudah banyak petani tebu yang beralih ke tanaman lain. “Penyebabnya harga tebu rendah dan banyak pabrik gula di Jawa Tengah yang tutup. Padahal gubernur sudah mencanangkan, tahun 2019, Jawa Tengah swasembada gula,” kata Yudhi.

Yudhi menambahkan, Pemprov Jawa Tengah, tahun ini mendapatkan bantuan Rp 1 triliun dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut digunakan untuk membenahi dan membuat pabrik gula. “Pabrik gula yang akan dibenahi adalah, salah satunya PG Rendeng Kudus. Selain itu, akan membuat pabrik gula di Comal,” jelasnya.

Menurut Yudhi, hingga kini sudah ada sekitar 7 pabrik gula di Jawa Tengah yang gulung tikar. Pabrik itu, berada di Tegal, Kendal, Klaten dan Solo. (bud/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here