31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Rekapitulasi Diwarnai Demo dan Interupsi

SALATIGA – Aksi unjuk rasa mewarnai kegiatan rekapitulasi perhitungan suara pemilihan wali kota (Pilwalkot) Salatiga tingkat kota yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Gedung Dinas Perkebunan (Disbun) Salatiga, Rabu (22/2) siang. Aksi unjukrasa dilakukan puluhan kader dan simpatisan pasangan calon Agus Rudianto – Dance Ishak Palit (Rudi – Dance). Mereka menyuarakan dugaan banyaknya kecurangan dalam Pilkada Salatiga.

Massa yang jumlahnya puluhan orang berangkat dari ‘Rumah Merah’ Ketua DPC PDI Perjuangan Salatiga, Teddy Sulistio di Jalan Merak, Klaseman. Dengan kawalan aparat kepolisian, mereka jalan kaki dan berakhir di lokasi rekapitulasi suara. Paslon Rudi-Dance juga hadir di tempat itu.

“Kami akan bongkar dan menuntut KPU mengenai beberapa pelanggaran ini. Kami juga meminta polisi agar mengusut dugaan pidana yang dilakukan oleh KPU Salatiga,” teriak salah satu peserta aksi yakni Joko alias Kendil, 45, dalam orasinya.

Mereka hanya bisa berkumpul di samping teras selatan gedung Disbun dan tidak diperbolehkan mendekat ke teras gedung. Puluhan aparat kepolisian dari Polres Salatiga menjaga aksi tersebut.

Dalam rekapitulasi suara tingkat kota, sempat terjadi ketegangan karena banyaknya interupsi yang dilakukan oleh saksi dari paslon Rudi –Dance. “Kami meminta agar persoalan dan permasalahan pelanggaran diselesaikan terlebih dahulu,” tandas saksi paslon nomor urut 1 tersebut, M Kemat saat interupsi.

Kemat mempertanyakan sejumlah temuan. Di antaranya pemilih yang menggunakan KTP elektronik, banyaknya suara yang tidak sah dan sebagainya. “Kami sudah mengumpulkan banyak data dan laporan, terjadi banyak kejanggalan,” tandasnya.

Sementara juru bicara paslon nomor dua Yuliyanto – Muh Haris (Yaris), Yakub Adi Krisanto meminta KPU agar fokus dengan acara rekapitulasi suara dan tidak menanggapi interupsi dari Kemat. Yakub menilai, rekapitulasi bukan tempat untuk mempertanyakan pemungutan suara yang sudah berlangsung lancar.

“Acara ini adalah rekapitulasi suara, bukan sidang DPRD seperti yang dilakukan saksi paslon 1. Saya minta KPU berjalan sesuai aturan,” tandas Yakub.

Rekapitulasi suara oleh KPU Salatiga ini dihadiri oleh masing-masing paslon dan tim pendukungnya, Forkompinda, tamu undangan dari SKPD, anggota Panwas, Panwascam,PPK. Rekapitulasi ini mendapat penjagaan esktra ketat dari puluhan aparat kepolisian dari Polres Salatiga.

Sementara dari hasil rekapitulasi dan penetapan hasil Pilwalkot yang berakhir pukul 17.00 WIB, pasangan Rudi-Dance memperoleh 52.060 suara, sedangkan pasangan Yaris memperoleh 53.052 suara. Dengan selisih 992 suara, pasangan Yaris ditetapkan sebagai pemenang.

Ketua KPU Kota Salatiga Putnawati menjelaskan, jika ada paslon yang tidak menyetujui hasil penghitungan suara, maka bisa mengajukan gugatan. “Pasangan calon dapat mengajukan permohonan tidak setuju terhadap hasil pemilihan kepada Mahkamah Konstitusi, tiga hari setelah ditetapkannya pasangan calon terpilih,” jelasnya. (sas/mg27/ton)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here