31 C
Semarang
Selasa, 18 Mei 2021

Ratusan Obat Kuat dan Alat Bantu Seks Disita

SEMARANG – Ratusan obat kuat dan alat bantu seks dari berbagai jenis diamankan aparat Polda Polda Jateng. Barang-barang tersebut diedarkan melalui media sosial. Bahkan, untuk mengelabui petugas, peredaran juga menggunakan mobil yang disamarkan menyerupai PT Pos.

Ratusan barang ilegal itu diamankan petugas di Jalan Raya Pemuda, Demak, Senin (20/2) sekitar pukul 14.00. Petugas juga mengamankan satu unit mobil dan pelaku berinisial SF, 30, warga Wedung, Demak yang bertindak sebagai distributor barang tersebut.
Wakapolda Jateng Brigjen Indrajit mengatakan, pengungkapan barang ilegal tersebut hasil pengembangan informasi dari masyarakat. Tim yang bergerak di lapangan langsung berhasil menemukan barang-barang tersebut yang disimpan didalam kendaraan roda empat menyerupai mobil PT Pos.

”Ada informasi obat-obat palsu yang dibuat di suatu daerah, pengiriman juga menggunakan sarana mobil pos palsu. Tim melakukan pencegatan di jalan dan mengamankan barang beserta satu orang tersangka,” ungkapnya saat gelar perkara di Markas Ditreskrimsus Polda Jateng Rabu (22/2) kemarin.

Pada kesempatan yang sama, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng Kombes Lukas Akbar Abriari menjelaskan barang tersebut diedarkan melalui online.

Lukas membeberkan, bisinis tersebut sudah disusun rapi oleh SF, berbagai cara pun dilakukan termasuk menggunakan bekas mobil Grand PT Pos Indonesia Grand Max H-1860-ZR. Mobil tersebut sengaja dibuat sedemikian rupa dengan maksud mengelabui petugas dan untuk melancarkan aksi.
”Sengaja menggunakan mobil bekas dicat menyerupai Pos Indonesia, untuk mengangkut barang yang sudah dipesan dan hendak dikirim menggunakan jasa pengiriman barang. Jadi itu untuk menyamarkan barang bawannya dan menjauhkan dari kecurigaan petugas,” katanya.

Barang bukti yang berhasil disita antara lain 1 unit mobil colt, 100 botol obat merek vimax, 100 botol obat kuat merek Hammer of Thor. Termasuk alat bantu seks yakni vibrator dan sebagianya. Tersangka telah ditahan dan dijerat dengan Pasal 197 Undang-Undang nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Undang-Undang ini mengatur tentang setiap orang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar dapat dipidana. ”Ancamannya dengan penjara paling lama 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar. Tersangka juga dikenakan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Kesehatan dengan ancaman paling lama 5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar,” tegasnya. (mha/zal/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here