31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Warga Mpu Tantular Gugat Perum Damri

SEMARANG – Sebanyak 20 orang warga Mpu Tantular RT 04 RW 11 Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, akhirnya melayangkan gugatan kepada pihak Perum Damri, terkait sengketa lahan yang telah ditempati selama 42 tahun itu.

Melalui kuasa hukumnya, Arif Hijrah Saputra, gugatan telah dilayangkan ke pengadilan dan telah teregistrasi dengan nomor 72/pdt.g/2017/pnsmg. 20 Februari 2017. Dengan terdaftarnya gugatan itu, pihaknya berharap Perum Damri menghormati proses hukum. ”Gugatan itu kami tujukan kepada Perum Damri Pusat, Region 2 Jateng, dan turun tergugat pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional) yang menerbitkan sertifikat atas lahan yang kini ditempati warga,” terang Arif Hijrah Saputra, kuasa hukum 20 warga Mpu Tantular, saat mengadu ke DPRD Kota Semarang, Selasa (21/2). Arif juga menganggap pengeluaran sertifikat oleh BPN kepada Perum Damri adalah cacat hukum.

Arif menambahkan, selain telah melayangkan surat gugatan ke pengadilan, pihaknya berharap DPRD Kota Semarang bisa menjembatani atau mengomunikasikan kepada pihak Damri agar tidak melakukan pembongkaran secara paksa. ”Kami berharap pimpinan dewan bisa membantu kami agar Perum Damri tidak melakukan eksekusi secara paksa,” imbuhnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Joko Santoso berharap Perum Damri menghormati proses hukum yang telah berjalan. Legislator dari Fraksi Gerindra itu tidak ingin peristiwa penarikan lahan di Kebonharjo terulang lagi. ”Kami ingin Semarang kondusif, utamanya saat penggusuran. Kalau bisa Perum Damri memberi waktu jeda yang cukup kepada warga untuk melakukan persiapan pindah. Sekali lagi hormati proses hukum, biar persoalan bisa terselesaikan secara winwin solution,” harapnya. (zal/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here