31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

Jaminkan Dokumen Palsu Cair Rp 140 Juta

SEMARANG – Sindikat penipuan dengan modus mengajukan pinjaman uang ke bank menggunakan dokumen fiktif berhasil dibongkar aparat Polrestabes Semarang. Delapan pelaku berhasil diamankan.  Sebelum mereka diringkus telah berhasil meraup uang senilai Rp 140 juta.
Pelaku bernama Raden Tommy Mifakurohman, 26, warga Dusun Kemteng RT 02 RW 05 Krawitan Candiroto, Kecamatan Candiroto, Temanggung. Dia berperan sebagai pembuat dokumen, surat palsu dan juga stempel.

Iwan Prasetyawan Santoso, 36, warga Jalan Pucang Adi IV, RT 01 RW 26, Kecamatan Kabupaten Demak. Lulusan Sarjana Komputer, itu berperan sebagai koordinator sekaligus otak kejahatan ini. Dia juga merupakan mantan karyawan BUMN Pelindo III.
Kemudian Teguh Suryadi, 31, warga Mangkang Kulon RT 03 RW 04 Mangkang Kulon Kecamatan Tugu. Dia berperan sebagai BI Checking mencari lokasi.

Agus Trianto alias Gepeng, 34, warga Mangkang Wetan RT 01 RW 03, Muhammad Romadhon alias Denny Yusmana, 27, warga Ngebruk RT 04 RW 07 Mangkang Wetan, Ragil Yudi Hermawan, 26, warga Kebondowo RT 1 RW 04 Kecamatan Singorojo Kendal. Serta dua orang perempuan, bernama Eka Diana Rahmawati, 29, warga Pandansari RT 02 RW 02 Pandansari Semarang Tengah. Mundhi Mahardini, alias Kistina Arumsari, 28, warga Elangsari Utara RT 05 RW 06 Mangunharjo Tembalang, lima tersangka tersebut berperan sebagai calon nasabah yang ingin mengajukan pinjaman.

Korban dalam tindak kejahatan kasus ini adalah Bank BRI Unit Ngaliyan Semarang, total kerugian sebesar Rp 40 juta, BRI Unit A Sholeh Semarang dengan total kerugian Rp 100 juta.
Sedangkan kasus penipuan ini terjadi pada awal sekitar November 2016 kemarin. Bermula ketika dua pelaku yakni Mundi alias Kistina dan Denny Yusmana melakukan aksi penipuan di Bank BRI Unit Ngaliyan. Kistina mendapat peran sebagai istri palsu tersangka Denny Yusmana.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji  menjelaskan, saat mendatangi perbankan itu, pasutri palsu ini membawa berkas dokumen sertifikat tanah palsu HM No 02457 di Kelurahan Gondoriyo dengan luas 120 meter persegi atas nama Denny. Sertifikat tanah palsu tersebut di atasnya terdapat sebuah rumah yang diakui miliknya. Dengan sertifikat palsu tersebut mereka mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat palsu tersebut sebesar Rp 40 juta. ”Setelah melalui survei dan pelaku meyakinkan petugas survei, maka uang atas pengajuan pinjaman tersebut cair,” terang Kapolrestabes.

Namun setelah pihak bank melakukan penagihan, pelaku sudah kabur dari kontrakan. Pihak bank pun melakukan pengecekan terhadap dokumen yang menjadi jaminan pelaku. ”Setelah dicek, ternyata berkasnya palsu. Sehingga pihak bank merasa dirugikan dan melaporkan perkara ini ke Polrestabes Semarang,” katanya.
Laporan tersebut terus ditindaklanjuti oleh pihak penyidik dan melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku sebanyak delapan orang. ”Berdasar pengembangan, mereka telah beraksi lebih dari satu kali dan meraup uang total Rp 140 juta,” bebernya.

Abiyoso menambahkan, otak pelaku dari kejahatan ini tak lain adalah Teguh dan Iwan. Mulai dari awal pemalsuan data hingga mencari lokasi survei. ”Mereka ini juga memalsukan data nasabah, dari pengakuannya ada sekitaran 15 orang,” imbuhnya.

Berbagai barang bukti yang berhasil disita petugas antara lain 1 bendel berkas pengajuan atas nama Denny, 1 buah sertifikat HM No 02457 Kelurahan Gondoriyo dengan luas 120 meter persegi atas nama Denny Yusmana, uang tunai Rp 17.050.000, diduga hasil kejahatan. Kemudian belasan stempel, printer, alat pemanas, kepingan KTP, handphone, laptop, scanner, dan juga termasuk hard disk dan monitor komputer.

Para pelaku ini, telah ditahan dan mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Semarang. Mereka dijerat pasal 378 jo 263 KUHP jo 55 KUHP jo 56 KUHP jo 64 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara. (mha/zal/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here