33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Tawuran Antargeng, Seorang Tewas

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Seorang pemuda ditemukan tewas bersimbah darah tergeletak di pinggir Jalan Kompol R Soekanto, Meteseh, Tembalang setelah terlibat perkelahian antargeng. Diduga perkelahian ini dipicu rasa dendam antara kelompok korban dan tersangka.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, korban tewas diketahui bernama Hamzah Dendi Arianto, 16, warga Gemahsari Selatan Blok C/7 RT 09 RW 06, Pedurungan. Korban mengalami luka di bagian kepala akibat terjatuh dari sepeda motor membentur pohon mangga.

Sedangkan tersangka yang terlibat perkelahian bernama Hanafi, warga Sendangguwo, Tembalang. Hanafi ditangkap di rumahnya oleh petugas Polsek Tembalang.
Selain Hanafi, petugas berhasil mengamankan seorang bocah berinisial ND, yang tak lain adalah teman korban. Ia dibekuk di tempat kosnya di daerah Gemah menjelang pagi. ND adalah teman korban Hamzah ketika mengendarai motor hingga terperosok jatuh dan menabrak pohon mangga.

Peristiwa tawuran hingga berujung maut ini terjadi Selasa (21/2) sekitar pukul 04.00 pagi kemarin. Bermula ketika Hanafi bersama istrinya di salah satu tempat karaoke di Sendangguwo sekitar pukul 02.00. Setelah puas karaoke, keduanya pulang mengendarai motor. Nah, saat itu korban Hamzah Dendi Arianto dan teman-temannya datang. Namun tempat karaoke sudah tutup.

”Dia datang, karaoke sudah tutup. Istri saya sudah firasat, kemudian ngajak pulang, karena mereka (korban Cs) brengsek, sudah gak genah,” ujar Hanafi saat gelar perkara di Mapolsek Tembalang.

Saat perjalanan pulang itu, ternyata korban Cs membuntuti dirinya. Hingga terjadi keributan di depan PDAM Kedungmundu. Saat itu, korban sempat dikeroyok hingga terluka bagian kepalanya akibat dihantam gasper sabuk oleh salah satu rekan korban.

”Tiba-tiba saya dipukul pakai benda keras. Gak tahu apa, kena kepala saya. Istri saya ketakutan, saya sama istri lalu kabur dan berobat ke rumah sakit Bhayangkara,” katanya.

Usai berobat, tersangka mendapat informasi dari salah satu rekannya kalau gerombolan korban ada yang ditangkap polisi. ”Saya lalu disuruh melapor ke Polsek Tembalang,” jelasnya.

Dalam perjalanan ke Mapolsek Tembalang, tersangka dan rekan-rekannya berpapasan dengan korban yang memboncengkan temannya mengendarai motor Yamaha Mio di dekat SPBU Meteseh. Hingga akhirnya terjadi aksi kejar-kejaran. Nahas dialami korban. Ia tewas setelah motornya menabrak pohon mangga hingga terjatuh ke lubang di pinggir jalan.
”Saya sempat ambil batu lalu saya lempar, gak tahu kena bagian mana. Dia takut, terus tancap hingga nabrak pohon. Kemudian saya pergi,” katanya.
Kapolsek Tembalang, Kompol Subagyo, mengatakan, pasca kejadian itu, pihaknya telah mengamankan dua orang, yakni Hanafi dan rekan korban berinisial ND yang diduga memukul tersangka. Selain itu, pihaknya masih mengejar salah satu rekan Hanafi berinisial SY yang diduga melempar korban dengan batu.

”Jadi, ini ada dua kasus. Kasus pertama, tersangka ND kita jerat pasal 351 dengan korban Hanafi. Kasus kedua, Hanafi sebagai tersangka bersama SY dengan korban Hamzah Dedi yang akan kita jerat pasal 351 ayat 3, yakni penganiayaan yang mengakibatkan orang meninggal dunia dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” jelasnya. (mha/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Perempuan Zaman Now Jangan Gagap Teknologi

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pasangan Kartini dan Kartono dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang berhasil meraih juara pertama dalam lomba peragaan busana antar organisasi...

BPR Arto Moro Bentuk Unit Olahraga

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Arto Moro Semarang baru-baru ini membentuk unit-unit olahraga dan seni bagi karyawannya. Di antaranya, unit badminton yang dikomandoi Affandi...

UNBK Mundur Satu Jam

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten Semarang mengalami kendala. Seperti halnya yang terjadi di SMPN 1 Ungaran dimana pelaksanaan...

Mengajar di Panti Asuhan

AKSI sosial bisa dilakukan dengan beragam cara. Seperti yang dilakukan Chintya Dyah Medyasari. Gadis 25 tahun ini memilih dengan memberikan inspirasi di bidang pendidikan...

Mensritek Minta PTN Optimalkan UM

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir meminta Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memaksimalkan ujian mandiri (UM) agar tidak terjadi...

Kursi Stadion Citarum Dipasang Selang-Seling

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kursi penonton di tribun timur Stadion Citarum Semarang yang dikeluhkan karena pemasangannya terlalu mepet akhirnya dibongkar sebagian. Pembongkaran kursi penonton senilai...