33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Ekskavator Disembunyikan, Operator Kabur

Razia Galian C Diduga Bocor

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

WONOSOBO – Tim gabungan Satreskrim Polres Wonosobo, Satpol PP Wonosobo, Satpol PP Jateng, Dinas Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng dan Dinas Lingkungan Hidup Wonosobo mengegrebek lokasi galian C di Desa Pegerejo dan Desa Candiyasan Kecamatan Kertek, Selasa (21/2) siang. Petugas menghentikan aktivitas dan memasang police line pada 6 buah eskavator yang digunakan untuk menambang pasir di lokasi tersebut. Selain itu, aparat juga memasang papan berisi larangan penambangan pasir serta menyita beberapa alat penambangan pasir.

Tim Gabungan yang dipimpin Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan sempat dibuat kewalahan karena ekskavator disembunyikan di perbukitan. Tim bahkan harus menyisir lahan pertanian sekaligus lokasi penambangan pasir ilegal lebih dari 2 kilometer untuk akhirnya menemukan 6 ekskavator yang disembunyikan di berbagai lokasi.

“Galian C ini sangat berdampak pada ekosistem alam. Selain mengakibatkan banyaknya mata air yang akan mati, praktik penggalian pasir ilegal ini juga jelas melanggar hukum,” terang Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP Suharjono.

Namun sayangnya, info pelaksanaan operasi ini sepertinya sudah bocor. Sehingga para operator sudah sempat menyembunyikan ekskavator dan melarikan diri.

“Bahkan kami tidak bisa menemukan adanya truk yang biasanya mengangkut pasir di lokasi tersebut. Para pekerja juga menghentikan aktivitasnya,” tambah Suharjono.

Setelah memasang police line pada ekskavator dan lokasi penggalian, tim kemudian meninggalkan lokasi karena cuaca yang tidak mendukung. Sekitar lokasi diguyur hujan lebat dan kabut tebal. Selanjutnya, Polres akan berkoordinasi dengan Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup maupun Dinas ESDM untuk memanggil para pemilik alat berat dan pengelola lokasi itu.

“Kami sudah mengantongi identitasnya. Akan segera kami lakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan,” imbuhnya.

Seperti yang tertulis pada plang pengumuman yang dipasang petugas, pengelola maupun pemilik lokasi galian C dapat dituntut dengan pasal 109 UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara paling lama 3 tahun atau denda maksimal Rp 3 miliar. (ali/ton)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pindah Pedagang Kanjengan Ditunda 2019

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Meski pembangunan Pasar Johar Baru tahap I di lahan eks Kanjengan telah 100 persen, pedagang tidak jadi dipindah tahun 2018 ini....

Sisakan Empat Pemain Asing

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kekalahan 1-0 atas Arema FC dalam laga uji coba di Stadion Moch Soebroto Magelang (7/1) membuat head coach PSIS, Subangkit langsung...

Pakai Kostum Zebra, Hadang Pengendara Nekat

KENDAL—Satlantas Polres Kendal bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal bersama PT KAI DAOP IV Semarang, melakukan sosialisasi tertib perlintasan rel Kereta Api (KA). Masyarakat diminta...

Targetkan Pemerataan Siswa Sekolah Favorit

SEMARANG - Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Online se-Jawa Tengah resmi diluncurkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Rumah Dinas Gubernur, Puri Gedeh,...

Pemkot Jadikan Pek Cun, Ajang Promo Wisata

PEKALONGAN-Ritual Pek Cun dengan prosesi yang khas yang digelar rutin oleh umat Khonghucu akan dijadikan salah satu ajang promo wisata oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan....

Jemput Arus Mudik di Bandara

SEMARANG – Pecinta kuliner khas Semarang, lunpia tidak perlu repot-repot mencari oleh-oleh sebelum pulang ke kampung halaman. Sebab, sejak Kamis (15/6) lalu, Lunpia Delight...