Jateng Wakilkan Empat Atlet Bladesports

  • Bagikan

SEMARANG – Empat atlet bladesports Jateng yang terdiri atas Edwin Sanjaya, Sainan Sanjaya, Reza Fahli Sam (Kota Semarang) dan Dwi Hermanto (Kabupaten Jepara) siap bersaing dalam Kejuaraan ASEAN Bladesports 2017 yang akan berlangsung di Putrajaya, Malaysia, 24-25 Februari mendatang.

Berbekal pengalaman pada even kejurnas, mereka bahkan mengincar gelar juara untuk nomor multi-cut event. Di nomor, peserta dengan peralatan  pisau, akan memotong kayu, menebas sedotan, tambang, kertas gulung, memotong bola golf, bola tenis, lembar kertas,   kaleng minuman, dowel dan botol mineral. ”Di bladesports memang ada nomor lempar pisau dan kapak, tapi di Malaysia kami akan mengikuti nomor multi-cut. Pesaing utama dari tuan rumah dan Thailand,” kata Ketua Indonesian Bladesports Chapter Semarang Rendra Gunawan, usai mendampingi atlet beraudiensi dengan Kepala Disporapar Jateng Urip Sihabudin di kantor Disporapar kemarin.

Menurut dia, perkembangan olahraga ini di beberapa kota di Jateng bagus, hanya saja belum banyak dikenal oleh masyarakat. Padahal di luar negeri, khususnya Amerika, cabang ini sangat populer. Maka dari itu, dia berharap suatu ketika bladesports bisa diakui KONI sebagai olahraga prestasi.

Edwin Sanjaya, atlet sekaligus juri di even tersebut menjelaskan, bahwa bladesports memadukan unsur kekuatan fisik si atlet dan ketajaman pisau. Pisau yang digunakan pun bukan sembarang pisau, tapi punya spesifikasi ketebalan, panjang dan daya bilah. Atlet lainnya, Dwi Hermanto yang pernah juara kedua di kejurnas Jakarta berharap bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya di Malaysia nanti.

Sementara itu, Kepala Disporapar Jateng Urip Sihabudin menyatakan apresiasinya terhadap semangat para atlet bladesports dalam mengembangkan cabang ini, hingga berangkat ke even internasional secara mandiri. Dia menyarankan, agar cabang ini bisa menginduk ke Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI)  untuk lebih meninggikan gaungnya dan melakukan sosialiasi. ”Saya kira bladesports bukan sekadar “dolanan” pisau, tapi ada unsur kekuatan, kecepatan. Saya berharap mereka bisa berprestasi di Malaysia nanti. Dari sisi ekonomi pun cabang ini bisa mengangkat usaha mikro dalam pembuatan pisau,” kata Urip didampingi Kasi Olahraga Pendidikan dan Olahraga Prestasi Kuncoro DW dan Kabid Pemasaran Pariwisata Trenggono. (bas/smu)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *