31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Pemkab Diajukan 7 Raperda Baru

MUNGKID—Pemerintah Kabupaten Magelang mengajukan 7 rancangan peraturan daerah (Raperda) baru pada masa sidang pertama DPRD Kabupaten Magelang tahun 2017. Beberapa perda akan dicabut. Ada juga perda baru untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.

Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan 7 raperda baru yang ajukan Pemkab Magelang itu tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan Pembangunan Desa, Irigasi, pencabutan Peraturan Daerah Kabupaten Magelang Nomor 3 Tahun 2004 tentang Retribusi Izin Usaha Perdagangan.

“Juga raperda tentang perubahan Pajak Daerah, tentang Usaha Peternakan, perubahan Retribusi Jasa Umum dan Pengelolaan Sampah,” katanya, Selasa (21/2).

Bupati mengatakan, Raperda Penyusunan Perencanaan Pembangunan Desa diharapkan mampu mendorong sistem pembangunan desa yang lebih terencana, terukur dan memiliki sasaran tepat.

Kemudian, dalam Raperda tentang Usaha Peternakan, Zaenal menginginkan kegiatan peternakan di Kabupaten Magelang mendapatkan perlindungan dari pemerintah. “Tujuannya dalam rangka mendorong pertumbuhan dan pengembangan usaha peternakan di Kabupaten Magelang,” katanya.

Dia juga mengatakan, akan ada upaya menambahkan hak bagi pelaku usaha berupa mendapatkan perlindungan untuk melakukan kegiatan usaha di lokasi yang telah diberikan izin. “Diharapkan dapat memberikan kepastian hukum terhadap usaha peternakan yang sudah berdiri tanpa terganggu oleh perkembangan permukiman masyarakat,” harapnya.

Kemudian, dalam Raperda tentang Pajak mengamanatkan adanya perubahan tarif pajak untuk objek pajak berupa tontonan film. Tarif pajak untuk objek pajak berupa tontonan film yang semula sebesar 15 persen menjadi 10 persen. “Penurunan tarif tersebut dilakukan dengan pertimbangan bahwa berdasarkan hasil studi komparasi dengan pemerintah kabupaten/kota lain khususnya kabupaten/kota sekitar Kabupaten Magelang untuk tontonan film dikenakan tarif sebesar 10 persen.

Sementara itu, terkait Raperda tentang Pengelolaan Sampah, dia berharap ada peningkatan penataan sampah di Kabupaten Magelang. Sehingga, sampah dapat dikelola secara terpadu dan komprehensif. Raperda ini juga mengamanatkan pengembangan dan penerapan teknologi serta peran masyarakat. (vie/ton)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here