31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Gudang Snack untuk Simpan Miras

MAGELANG – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Magelang beserta personel Polres Magelang Kota menggerebek sebuah gudang di Jalan Sunan Bonang, Kelurahan Jurangombo Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Selasa (21/2) pagi. Tim gabungan mencurigai gudang penyimpanan minuman dan makanan ringan digunakan sebagai tempat menimbun ribuan botol minuman beralkohol berbagai merek dari luar negeri.

Ternyata bukan petugas saja yang menaruh curiga. Sejumlah warga setempat disebut-sebut mengetahui aktivitas ilegal di gudang milik perusahaan berstatus swasta tersebut.

Kecurigaan petugas dan warga pun terbukti. Operasi yang dipimpin Kasatpol PP Singgih Dwi Pranggana menemukan ratusan kardus berisi ribuan botol beralkohol berbagai merek luar negeri. Seperti Black Jack, Prost, Drum Whisky hingga Vodka Iceland.

”Ada laporan masuk dari warga setempat. Dugaan kami, minuman tersebut palsu alias KW,” kata Singgih.

Singgih menjelaskan, pihaknya telah lama mengintai aktivitas di gudang. Sebab, berdasarkan data yang dimiliki, gudang tersebut memiliki izin sebagai produsen minuman dan makanan ringan. Namun disalahgunakan sebagai tempat penyimpanan minuman keras yang diketahui siap diedarkan ke wilayah eks Karesidenan Kedu.

”Sebetulnya beberapa hari yang lalu sudah kami datangi. Tetapi ternyata ( kepemilikan miras) telah mendapat izin dari Kementerian Perdagangan. Setelah berkas-berkas didalami kembali, izin kemungkinan abal-abal,” tuturnya.

Kendati ditemukan pelanggaran, pihaknya tidak serta merta menahan pemilik gudang, Yusuf, warga Jepara. Singgih memberikan waktu dua hari kepada si pemilik untuk mengosongkan gudang. ”Kami telah rapatkan dengan OPD terkait dan kepolisian dan diputuskan gudang harus segera dikosongkan,” tegas dia.

Kendati disinyalir izin penyimpanan minuman keras yang dikeluarkan dari Kementerian Perdagangan abal-abal, Singgih memastikan izin gudang menyimpan minuman dan makanan ringan resmi dikeluarkan Pemerintah Kota Magelang.

”Kami beri batas waktu dua hari untuk mengosongkan gudang karena tidak ditemukan satupun snack selain minuman beralkohol,” jelasnya.

Imbuh mantan Kepala BP2T Kota Magelang, gudang tersebut mampu mendistribusikan 2 ribu hingga 3 ribu botol sekali distribusi. Selain masih menunggu jatuh tempo pengosongan isi gudang, Singgih berjanji akan terus memantau tempat tersebut.

”Bila ke depan kembali ditemukan pelanggaran hukum, kami tidak segan melakukan penindakan tegas,” jelas Singgih. (cr1/ton)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here