31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Boleh Berjualan asal Rapi

SEMARANG – Pedagang Kaki Lima di kawasan Peterongan ditertibkan petugas Satpol PP Kota Semarang, Selasa (21/2) kemarin. Keberadaan sekitar 55 PKL tersebut telah melanggar Perda tentang penetapan lahan atau lokasi berdagang.

Pemkot Semarang melalui Dinas Perdagangan sendiri telah memberi toleransi kepada PKL untuk berdagang di kawasan tersebut, dengan catatan bisa menjaga kerapian tanpa mengganggu akses pejalan kaki. Toleransi berlaku hingga pembangunan Pasar Peterongan rampung secara keseluruhan. Sebab nantinya PKL yang saat ini masih menempati pedestrian akan dimasukkan ke dalam pasar.

Pedagang pun terlihat pasrah ketika petugas Satpol PP datang dan melakukan penertiban terhadap sarana dagang mereka yang masih berada di atas trotoar. ”Ditertibkan tidak masalah, tapi kami minta lapak ditata supaya lebih baik dan rapi seperti PKL di Simpang Lima dan Malioboro (Jogjakarta),” terang Wanto, pedagang pakaian.

Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ) Unit Pasar Peterongan Tony Suhartono mengatakan, penertiban dilakukan tanpa pemberitahuan. Pihaknya berharap ada mediasi antara pedagang dengan Pemkot Semarang sebelum dilakukan penertiban. ”Memang intinya boleh berjualan tapi tidak sampai menutup akses jalan, tapi paling tidak ada koordinasi sehingga tidak kocar-kacir,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang Endro P Martanto menjelaskan, penertiban dilakukan sesuai Perda Nomor 511.3 tahun 2016 tentang Penetapan Lahan atau Lokasi PKL. ”Kami tertibkan PKL yang melanggar saja. Karena PKL ini kan mengambil hak pejalan kaki dan menimbulkan krodit di kawasan tersebut. Kalau yang sudah rapi kami masih beri toleransi,” tegasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto berharap pedagang mau menaati aturan yang berlaku jika masih ingin berjualan di kawasan tersebut. Pihaknya juga mengklaim telah melakukan sosialisasi melalui kelurahan. ”Nantinya semua pedagang yang saat ini menempati trotoar atau di luar Pasar Peterongan akan kami masukkan ke dalam pasar, sehingga trotoar kembali pada fungsinya,” tegas Fajar. (mg26/zal/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here