Spesialis Pecah Kaca Diringkus

  • Bagikan

SEMARANG – Empat pelaku kejahatan pecah kaca diringkus aparat Polrestabes Semarang. Dalam menjalankan aksinya, pelaku hanya bermodal pecahan keramik. Setidaknya sudah beraksi di 48 lokasi dalam kurun waktu 3 bulan.

Pelaku bernama Pangestu, 21; Sutarji, 47; Sunarto dan Agung Rizki, 25, semuanya berasal dari daerah Gubug, Grobogan. Komplotan ini dibekuk ketika hendak beraksi di daerah Pleburan Semarang Selatan, Senin (20/2) sekitar pukul 10.00.
Berdasarkan informasi, komplotan ini juga telah melakukan aksi pecah kaca, korbannya mobil milik putra mantan Wakapolda Jateng Brigjen Ahmad Syukrani dan Kasat Intelkam Polrestabes Semarang AKBP Ventie Bernard M di dua lokasi berbeda.
Pada penangkapan kemarin, keduanya juga dihadiahi timah panas oleh petugas di kakinya. Lantaran, aksinya yang sudah meresahkan masyarakat ini, mereka berupaya melarikan diri ketika hendak ditangkap.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji mengatakan komplotan ini telah beraksi sejak Desember 2016 hingga Februari 2017. Sedangkan modusnya, yakni menggunakan keramik lantai yang sudah dipecah kecil dan ujungnya ditajamkan. Kemudian dilemparkan ke arah kaca mobil yang menjadi sasaran hingga retak.
”Kalau sudah retak, pelaku tinggal mendorong kaca dengan tangannya. Setelah itu barang yang berada di mobil tersebut diambil. Kalau totalnya ada 48 lokasi dalam kurun waktu tiga bulan terakhir ini,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Abijoso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes, Selasa (21/2) kemarin.
Empat pelaku memiliki peran masing-masing. Pelaku Sutarji sebagai orang yang memilih sasaran, Agung berperan sebagai eksekutor, Sunarto dan Pangestu berperan sebagai joki atau driver sekaligus memantau situasi di sekitar lokasi. ”Mereka ini sudah berpengalaman. Hanya hitungan menit saja untuk beraksi. Bahkan, salah satu dari mereka (Sutarji) residivis kasus pembunuhan,” katanya.

Sementara pelaku Agung Rizki mengatakan, mencari sasaran mobil yang terparkir di pinggir jalan. ”Sebelum saya beraksi, dia (Sutarji) mendekati dan melihat dari balik kaca mobil. Ngecek ada barang berharga di dalam mobil atau tidak. Kalau ada saya dikasih tanda untuk beraksi, tapi kalau tidak ada barang ya kami tinggal untuk mencari sasaran lain,” jelasnya. Para pelaku dijerat Pasal 363 tentang pencurian dengan kekerasan, ancaman paling lama 9 tahun penjara. (mha/zal/ce1)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *