31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Distaru Siapkan Strategi 6 Lantai

SEMARANG – Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang lebih menggencarkan sosialisasi terkait pembangunan (detail engineering design) Pasar Johar. Sebab selama ini pedagang belum memahami sejumlah fasilitas dan sarpras yang diberikan atas bangunan pasar 6 lantai tersebut.

”Keputusan apakah akan dilakukan redesain dari 6 lantai menjadi 3 lantai, atau akan dipertahankan (6 lantai) nanti tunggu hasil kajian,” terang Sekretaris Distaru Kota Semarang, Irwansyah, kemarin (21/2).

Pastinya, lanjut Irwansyah, desain Pasar Johar saat ini sudah mencakup semua aspek. Pihaknya telah mempertimbangkan kenyamanan baik pembeli maupun pedagang. Mulai dari areal parkir di setiap lantainya hingga lift barang dan eskalator. ”Kami sudah menyiapkan strategi agar pedagang dan pembeli nyaman. Seperti tempat parkir di setiap lantai, hingga eskalator yang langsung ke lantai 3. Artinya pengunjung yang berkepentingan langsung di area lantai tiga itu aksesnya bisa cepat tanpa harus berhenti di lantai dua,” jelasnya. Dari enam lantai, yang berfungsi sebagai pasar hanya lima lantai, sedangkan lantai paling atas atau lantai 6 berfungsi sebagai pujasera.

Selain itu, dalam menata pedagang, pihaknya tidak serta-merta melakukan undian atau pemetaan. Namun akan terus menggelar diskusi dengan pedagang hingga semua bisa menerima. ”Kenyamanan pedagang kita utamakan. Penentuan lokasi nanti kita terus diskusikan selama pembangunan berlangsung. Jadi ketika pembangunan selesai semua pedagang bisa menempati lapak dengan nyaman tanpa ada yang keberatan,” imbuhnya.

Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang Agus Riyanto, mengatakan DED sudah diselesaikan pada akhir tahun lalu. Menurutnya, pembangunan enam lantai sudah sesuai dengan data pedagang yang diberikan oleh Dinas Perdagangan, yakni sekitar 7.039 pedagang. ”Sesuai arahan wali kota, semua pedagang harus mendapat tempat. Sementara lahan sengat terbatas, jalan satu-satunya pembangunan pasar ya ke atas (tingkat),” ujarnya.

Dia mengaku, dalam penyusunan DED juga sudah melibatkan pedagang sesuai dengan mekanisme. Pembahasan perencanaan pembangunan Pasar Johar sudah melalui berbagai kegiatan termasuk seminar Forum Group Discussion (FGD) dengan melibatkan semua pihak terkait.

Terkait dengan penolakan para pedagang, Agus mengaku hal itu wajar. Sejauh ini para pedagang memang belum mengetahui secara detail rencana pembangunan tersebut, karena belum ada pemaparan dan gelar DED. ”Sejauh ini DED masih tetap dipertahankan, tetapi jika memang masih perlu kajian lagi akan dikaji lagi,” ucapnya.

Terpisah Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi meminta Pemkot Semarang dalam hal ini Dinas Penataan Ruang (Distaru) mengkaji kembali DED Pasar Johar. Menurut politisi PDI Perjuangan ini, pembangunan Pasar Johar baru cukup tiga lantai. ”Selama ini kan Pasar Johar itu hanya dua lantai, dan itu juga cukup. Kalau ditambah satu lantai lagi saya rasa sudah bisa mengakomodir yang selama ini berjualan di luar. Kalau nanti enam lantai jumlah pedagang akan membengkak dan akan memunculkan persoalan baru. Utamanya dalam penempatan pedagang akan tidak fair,” katanya.

Supriyadi menambahkan, sejumlah fasilitas yang selama ini sudah ada dalam DED bisa dikurangi, seperti areal parkir. Menurutnya, tidak perlu setiap lantai terdapat areal parkir. ”Jangan buat spekulasi baru yang nantinya malah memunculkan masalah baru,” tandas Supriyadi yang sepakat pembangunan Pasar Johar hanya tiga lantai. (zal/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here