31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

Penyelundupan 200 Ekor Lobster Digagalkan

SEMARANG Upaya penyelundupan lobster bertelur melalui Bandara Ahmad Yani Semarang berhasil digagalkan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang, Selasa (21/2) pagi. Dalam penggeledahan tersebut, BKIPM berhasil mengamankan ratusan ekor lobster bertelur yang tersimpan dalam empat boks besar. Lobster senilai puluhan juta rupiah tersebut diduga berasal dari Rembang.

Dari upaya penyelundupan tersebut, diketahui jika paket itu hendak dikirim lewat jasa ekspedisi ke Jakarta oleh pemilikya yang beralamat di Semarang. Untuk mengelabui petugas keamanan bandara, modus yang digunakan yaitu lobster dikerok terlebih dahulu sebelum dikemas.

Kepala BKIPM Semarang, Woro Nur Endang Sariati, mengaku, hampir kecolongan dengan paket yang dikirim melalui jasa ekspedisi tersebut. Menurutnya, kecurigaan baru muncul ketika pemeriksaan memasuki tahap terakhir. ”Pemeriksaan pertama dan kedua tidak tampak kecurigaan, namun pemeriksaan terakhir terlihat adanya butir-butir telur melekat pada salah satu kaki lobster,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Terkait dengan pelarangan penangkapan lobster tersebut, dia menjelaskan bahwa hal itu sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 56 tahun 2016 (PERMEN-KP/2016) yang melarang adanya transaksi lobster, kepiting, dan rajungan. ”Penyelundupan itu sudah menyalahi PERMEN-KP/2016 di mana lobster dengan ukuran di bawah 200 gram dilarang untuk ditangkap apalagi diperjualbelikan,” ungkapnya.

Dalam temuan tersebut, setidaknya ada 200 ekor, sebanyak 34 ekor di antaranya dalam kondisi bertelur. Lobster bertelur yang diamankan, yaitu termasuk jenis lobster Pakistan atau Panulirus Polyphagus, dan lobster Mutiara atau Panulirus Ornatus.

Selanjutnya, lobster hasil penyitaan tersebut akan diserahkan kepada konservasi Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara untuk dilepasliarkan di Pantai Karang Jepara. ”Lobster yang masih hidup sudah kami serahkan kepada Pemerintah Jepara untuk dilepas di habitatnya,” ujar Dudung, petugas BKIPM.

Modus kali tergolong baru yang pernah diungkap oleh BKIPM, sebelumnya penyelundupan dilakukan dalam bentuk benih. ”Modus penyelundupan lobster dengan dikerok terlebih dahulu merupakan cara baru,” katanya. (mg28/aro/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here