33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

UBK Bisa Timbulkan Kecemburuan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

WONOSOBO-Demi memenuhi imbauan pemerintah untuk menyelenggarakan Ujian Berbasis Komputer (UBK), sejumlah sekolah rela ‘ngoyo’ untuk menyelenggarakan ujian dengan perangkat komputer.

Padahal, di balik semua itu, menurut pengakuan sejumlah guru, ada hal yang perlu dipersiapkan secara matang. Mulai teknis pelaksanaan, ketersediaan perangkat, hingga kesiapan mental siswa dalam mengoperasikan komputer.

“Sangat bagus, cuma biar UBK bisa dilaksanakan semua sekolah, perlu ada persiapan lebih ke depannya,” kata guru SMP 2 Leksono, Usman, belum lama ini.

Keunggulan UBK, di antaranya, siswa terlambat ujian mendapat waktu sama. Yakni, 2 jam untuk masing-masing pelajaran. Tidak ada potongan waktu seperti ujian tertulis. Waktu dua jam dihitung sejak mendapat soal dari server sekolah.

Kedua, dengan model UBK, siswa akan lebih terbiasa untuk mengoperasikan komputer. Ada motivasi lebih untuk belajar. Dampak lebih jauh, ekolah akan tergerak untuk menyediakan perangkat yang menjadi menu wajib di dunia serba teknologi IT.

“Kalau di tempat kami, memang tahun ini ikut UBK. Cuma saya yakin di sekolah lain, masih ada siswa yang ndredeg pegang mouse. Itu pasti jadi soal sendiri.”

Guru lain, Erwin menambahkan, ketidaksiapan siswa dalam mengoperasikan komputer, karena tidak tersedianya perangkat komputer untuk berlatih. Sebab, sebagian sekolah, tidak memiliki perangkat komputer sebanyak 20 unit (sesuai kuota ujian UBK). Kalaupun ada, umumnya banyak yang rusak. “Misal ada yang punya 20 unit (komputer), paling hanya 5-7 yang hidup,” katanya.

Kendala lain, potensi mati listrik sewaktu-waktu juga mengundang kekhawatiran tersendiri. Alternatif memang menggunakan genset. Hanya saja, butuh genset yang berukuran besar. Untuk menyuplai daya 20 unit komputer, butuh genset berukuran 5000 PK. Padahal, genset 5000 PK harganya tidak murah.

Erwin menyarankan, agar kesempatan UBK bisa dinikmati semua sekolah, maka kekurangan-kekurangan tersebut perlu dicarikan solusinya. Tujuannya, agar UBK tidak mengundang kecemburuan antarsatu sekolah dengan sekolah lainnya.

“Soal citra, oh ternyata sekolah ini bisa UBK, sekolah sana belum. Kayak begitu, bisa saja jadi perbincangan calon siswa. Maka, hal itu, ke depan butuh diperhatikan.” (cr2/isk)

Berita sebelumya
Berita berikutnyaTas Diisi Batu dan Gir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Varuna Entertainment Berbagi Sesama

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Varuna Entertainment Inc, perusahaan yang bergerak di bidang hiburan ini turut meramaikan Ramadan dengan kegiatan corporate social responsibility (CSR). Kegiatan tersebut melibatkan all...

Sepakat Jalan Cepagan Dibuka 

RADARSEMARANG.COM, BATANG–Jalan Desa Cepagaan Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang akhirnya dibuka kembali untuk roda dua maupun roda empat. Selain itu, kerusakan jalan segera diperbaiki. Kesepakatan tersebut...

Lebih Senang Sistem COD

RADARSEMARANG.COM - BELANJA online kian membudaya dengan segala kemudahannya. Hal ini membuat banyak orang berlomba-lomba memanfaatkan peluang untuk membuka bisnis yang memanfaatkan teknologi internet...

Cost Pendidikan SLB “Sudah Jatuh Tertimpa Tangga”

Secara theologis, pendidikan memiliki arti penting pada setiap manusia. Agama memberikan isyarat pentingnya ilmu pengetahuan ataupun pendidikan bagi umat manusia, “Uthlubul Ilma Minal Mahdi...

Nama Untidar Dicatut Penipu

MAGELANG - Universitas Tidar (Untidar) Magelang yang kini menjadi universitas negeri di eks Karesidenan Kedu membuat minat pelajar meneruskan pendidikannya meningkat. Namun, ternyata nama...

Kemeriahan Imlek dalam Dinner HCS

SEMARANG - Hotel Ciputra Semarang (HCS) menyelenggarakan Chinese New Year’s Dinner dalam rangka Tahun Baru Cina 2568 pada Jumat (27/01) malam. Nuansa dekorasi merah...