33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Tiga Desa Kebanjiran, 5 Rumah Warga Rusak

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

TEMANGGUNG—Tiga desa terendam banjir dan lima rumah penduduk mengalami rusak parah akibat hujan deras pada Minggu (19/2). Tiga rumah di Desa Ringin Anom dan dua rumah lainnya di Kelurahan Parakan. Banjir akibat meluapnya Sungai Brangkongan sempat menyeret 25 kambing milik warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Agus Sudaryono mengatakan, pihaknya masih mendata kerugian akibat bencana alam banjir. Dikatakan, Sungai Brangkongan merendam dan menyebabkan kerusakan di 3 desa. Yakni, Dusun Ngesrep, Desa Ringinanom; Dusun Tegalrejo, Desa Dangkel; dan Dusun Batuloyo, Kelurahan Parakan Wetan.

Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka. Warga yang rumahnya berada di dekat sungai, sebagian telah mengungsi.

Kasi Penanganan Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi menjelaskan, rumah yang rusak merupakan milik Misrun warga Dusun Ngesrep, Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan. Kemudian rumah Trimo Aryono dan Aris Ananta di Dusun Batursari, Kelurahan Parakan Wetan, Kecamatan Parakan.

Dijelaskannya, hujan deras menguyur wilayah tersebut antara pukul 13.00 hingga 15.00. Kondisi ini membuat Sungai Brangkongan meluap. Arus air yang deras juga menghanyutkan fondasi rumah Misrun hingga membuat bangunan rumah menggantung di atas sungai.

Sementara senderan dan bangunan rumah Trimo Aryono juga rusak diterjang banjir. Rumah ris Ananto rusak pada senderan dan kandang kambing dan pabrik tahu. “Pada musibah tersebut 25 ekor kambing milik Aris juga terbawa arus sungai,” kata Wito.

Hingga kemarin, BPBD masih terus mendata kerugian dengan melibatkan relawan, Polres Temanggung, dan Kodim 0706 Temanggung.

Camat parakan Agus Sujarwo mengatakan banjir Sungai Brangkongan juga mengakibatkan dua rumah di Desa Ringinanom juga terancam longsor. “Kami sudah mengecek bersama dinas terkait, hari ini (kemarin, red) dilakukan upaya kerja bakti swadaya bersama masyarakat untuk penanganan sementara,” katanya.

Ia mengatakan rencananya untuk di Dusun Batursari nanti Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Temanggung akan menangani tanggul atau senderan yang rusak tersebut.

Sedangkan kerusakan senderan di Dusun Ngesrep merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSSO), katanya sudah dilaporkan lewat UPT BBWSSO di Sempu, Magelang.

Banjir juga terjadi di Dusun Mertan, Desa Tuksari, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Hujan deras mengakibatkan sungai irigasi meluap. Jalan dan talud penahan jalan longsor. Bagian yang longsor sepanjang 30 meter dan tinggi 3 meter. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 30 juta.

Di Dusun Kwanitan Desa Kalirejo Kecamatan Kledung, hujan deras mengakibatkan talud sepanjang panjang 25 meter dan tinggi 6 meter longsor. Material longsoran menimpa sawah mili Sucipto. Kerugian diperkirakan Rp 40 juta.

Di Dusun Tegalrukem, Desa Campuranom, Kecamatan Bansari, hujan deras mengakibatkan air sungai disertai material meluap ke bagian dinding rumah warga. Rumah milik Asniyah, 60, yang dihuni 5 orang teredam air. Kerusakan bangunan pada bagian gudang, dapur dan kamar mandi.  (jpg/ton/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Longsor Tutup Jalan Desa

PURWOREJO—Hujan deras yang mengguyur Purworejo membuat tebing setinggi 7 meter di Desa Donorati RT 5 RW 2 Kecamatan Purworejo longsor. Bencana yang terjadi Minggu...

Pesona Kampung Pelangi Masih 50 Persen

SEMARANG - Kampung Pelangi di Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, belakangan ini menjadi sorotan publik. Salah satunya berbagai pose foto selfie anak-anak muda yang...

Bintara Ditatar Pembinaan Jasmani

MAGELANG– Sebanyak 27 orang bintara dari tiap-tiap satuan jajaran Akademi Militer (Akmil) mengikuti penataran program pembinaan jasmani. Kegiatan yang berlangsung 5 hari (27/2-3/3) itu...

Sajikan Beragam Menu Tradisional hingga Kekinian

SEMARANG - Festival kuliner kembali diadakan Komunitas BrotherFood Semarang di Pasaraya Sri Ratu Jalan Pemuda, Senin (27/3). Tidak hanya stan makanan dan minuman, stan...

4 Tempat Karaoke Bandel, Buka Saat Ramadan

DEMAK-Empat karaoke di bulan puasa ini disinyalir masih buka. Akibatnya, para pengelola harus kucing-kucingan dengan aparat kepolisian. Mengetahui pelanggaran tersebut, Polres Demak langsung melakukan penggerebekan....

Terpacu Kerja Keras

MEMIMPIN lembaga pendidikan agar mampu mencetak siswa-siswa yang unggul, bukanlah pekerjaan mudah. Hal itulah yang berusaha dilakukan oleh Wasi’un, S.PdI, M.PdI. Sejak akhir Agustus...