33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Raperda Copas ’Tampar’ Mundjirin, Jiplak Raperda Kota Magelang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

UNGARAN – Ini sungguh memalukan. Satu dari 12 rancangan peraturan daerah (raperda) yang diajukan Pemkab Semarang dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Semarang, Senin (20/2) kemarin, ternyata hasil penjiplakan raperda daerah lain. Draf Raperda Penanggulangan Kemiskinan itu diketahui hasil copy paste (copas) perda serupa yang dimiliki Pemkot Magelang. Lucunya, dalam draf tersebut masih menyebutkan Kota Magelang, dan bukan Kabupaten Semarang.

Kasus penjiplakan draf raperda ini terungkap setelah salah satu anggota DPRD Kabupaten Semarang dari Komisi B, The Hok Hiong, mengajukan keberatan.

”Interupsi pimpinan, saya minta untuk Raperda Penanggulangan Kemiskinan di-pending, ditunda, dan jangan disetujui dulu. Supaya drafnya bisa dilakukan perbaikan karena isinya tentang penanggulangan kemiskinan di Kota Magelang,” kata The Hok dalam sidang paripurna dengan agenda persetujuan pembahasan tersebut.

Interupsi Ketua Fraksi PDIP ini bermula dari kejanggalan saat membaca judul draf Raperda Penanggulangan Kemiskinan yang diajukan eksekutif. ”Draf raperdanya sudah ada nomornya, yakni Nomor 15 Tahun 2013,” ujar The Hok.

Penasaran, dia lantas membuka satu demi satu lembar draf raperda tersebut. Ternyata mulai dari materi menimbang hingga pasal per pasal di draf hampir semuanya menyebut Kota Magelang.

”Di klausul menimbang poin 31 sampai 36 menyebut Kota Magelang. Kemudian di Bab 1 ketentuan umum pasal 1 poin 4 sampai 11 juga menyebut Kota Magelang. Dan hampir seluruh pasal yang ada, sampai pasal 45 juga merujuk Kota Magelang,” bebernya.

Lebih parah lagi, di akhir draf ada kesalahan penulisan gelar Bupati Semarang dan kesalahan nama Sekda Kabupaten Semarang. Tertulis Bupati Semarang Drs Mundjirin, seharusnya dr Mundjirin SpOg lantaran yang bersangkutan adalah seorang dokter spesialis kandungan.

Sementara nama sekda tertulis Sugiharto, semestinya Gunawan Wibisono. Belakangan Sugiharto diketahui sebagai Sekda Kota Magelang. Bagi The Hok terungkapnya penjiplakan draf raperda wilayah lain menunjukkan buruknya kinerja PNS di lingkungan Pemkab Semarang.

Menurutnya, karena hal tersebut perlu ada sebuah punishment atas keteledoran itu. Di sisi lain, Bagian Hukum Setda juga dinilai lalai dalam menyortir dan menyusun draf yang diajukan SKPD teknis.

Sementara itu, Wakil Komisi B DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto, menjelaskan kejadian tersebut sempat membuat muka Bupati Semarang Mundjirin memerah. ”Bahkan saat di depan memberikan sambutan (Bupati) mengatakan ’saya seperti dilempar kotoran di muka saya karena dengan kejadian ini,” ujarnya.

Menurut Said, dengan adanya kasus penjiplakan raperda tersebut dikhawatirkan juga terjadi di poin-poin raperda yang lain. ”Ini menunjukkan jika Pemkab Semarang memang tidak pernah sungguh-sungguh membuat perda terkait kemiskinan,” katanya.

Bupati Semarang, Mundjirin, sendiri, mengaku bertanggung jawab atas kekeliruan penyusunan draf Raperda Penanggulangan Kemiskinan. Baginya, kesalahan jajaran PNS Pemkab Semarang merupakan kesalahan dirinya selaku pimpinan.

Karenanya, dia meminta maaf dan segera melakukan evaluasi serta perbaikan agar hal serupa tidak terulang di masa mendatang. ”Saya kira tidak ada unsur kesengajaan dalam masalah ini. Karena nama (gelar) saya juga salah,” katanya.

Paripurna DPRD akhirnya menyetujui membahas 11 raperda yang diajukan eksekutif. Sementara untuk Raperda Penanggulangan Kemiskinan dikembalikan ke pemkab untuk diperbaiki dan diajukan kembali ke paripurna persetujuan DPRD. (ewb/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

PSI Usung Haryanto Arbi jadi Bacaleg

SEMARANG – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai melakukan penetrasi di Jateng untuk menghadapi Pileg 2019 mendatang. Nama pebulutangkis legendaris, Haryanto Arbi pun disebut-sebut bakal...

Job Fair Tak Tepat Sasaran

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Program ketenagakerjaan inklusif yang sebelumnya diyakini dapat menjadi solusi bagi pengangguran dirasa kurang tepat sasaran. Hal ini didapat dari fakta ketika...

Kiai NU Dibacok di Depan Rumah

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - KH Ahmad Zaenuri, takmir Masjid Desa Truko sekaligus Ketua Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Truko dan anaknya, Agus Nurus Sakban, warga...

Baru Demokrat yang Serahkan Perbaikan

TEMANGGUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Temanggung telah mengumumkan tiga partai politik (parpol) yang tidak memenuhi syarat dalam pendaftaran calon peserta pemilu 2019. Partai...

Perlindungan Hukum Penumpang Taksi Online

Ibu Dini S Purwono yang saya hormati. Saya adalah konsumen setia taksi online. Saya pernah membaca, beberapa kali ada kasus penumpang taksi online yang...

Suku Bunga KPR Kompetitif

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sektor properti sejak tahun lalu cenderung lesu. Suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang semakin kompetitif diharapkan dapat merangsang sektor ini...