33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Produksi Batik Tak Boleh Individualis

Bupati Kukuhkan Kepengurusan APBTN Pekalongan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KAJEN–Batik dan tenun telah hidup di Kabupaten Pekalongan dari generasi ke generasi dan menjadikan orang bebas mengembangkan kreasinya serta bebas bertarung di seluruh pasar nusantara dan dunia. Karena itulah, di dalam proses produksi batik dan tenun, tidak boleh ada aspek individualitas yang terlalu tinggi.

“Karena produksi batik dan tenun, bukan saja menghidupi ribuan warga Pekalongan, namun melahirkan karya yang dikenang pada zamannya. Seperti batik Oey Soe Tjoen dan tenun karya Ridaka yang sangat mendunia itu,” kata

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, di sela pengukuhan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Profesi Batik-Tenun Nusantara (APBTN) Bhuana Kabupaten Pekalongan, di Hotel Dafam Pekalongan, Minggu malam (19/2) kemarin.

Pengukuhan tersebut tidak hanya dihadiri ratusan perajin maupun pelaku usaha batik dan tenun dari Kota dan Kabupaten Pekalongan. Tapi hadir juga Wali Kota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid; Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali Bin Hasyim bin Yahya yang menjadi narasumber dalam agenda diskusi batik dan tenun di Kabupaten Pekalongan.

Dalam pengukuhan juga diberikan penghargaan kepada dua tokoh batik dan tenun, yakni Oey Soe Tjoen dan Abdul Kadir Muhammad atau Ridaka. Yaitu penghargaan Life Time Achievement dari APBTN Bhuana Kabupaten Pekalongan yang diserahkan oleh Bupati Pekalongan kepada kedua tokoh tersebut, yang dinilai telah melestarikan batik dan tenun lebih dari tu abad di Pekalongan.

Menurutnya, batik dan tenun tidak bisa lepas dari Kabupaten Pekalongan karena memiliki catatan sejarah panjang di wilayah Pekalongan, lahir sejak abad ke-8. Sebagaimana Kabupaten Pekalongan pernah dikenang oleh Sultan Syarif Hidayatullah Cirebon, yang telah memberikan karya terbaik dari putra-putra Pekalongan untuk menjadi Permaisuri Sultan. Bahkan saat Sekjen PBB Ban Ki-Moon serah terima jabatan, bingkisannya adalah batik.

Sementara itu, Panitia Pengukuhan DPC APBTN Kabupaten Pekalongan, Rininta, menjelaskan bahwa APBTN Bhuana Kabupaten Pekalongan merupakan wadah bagi para perajin batik dan tenun, pelaku usaha batik dan tenun, penggemar batik dan tenun, dan juga pemerhati batik dan tenun.

“Agar batik dan tenun tetap eksis dan selalu ada di Indonesia, melalui ide dan kreativitas masing-masing, telah dibentuk wadah yang menampung hasil karya dan ide, untuk pengembangan batik dan tenun di Indonesia,” katanya. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Berderma untuk Para Biksu

MAGELANG – Sebanyak 100 biksu melakukan prosesi pindapatta di sepanjang Jalan Pemuda Kota Magelang, Rabu (10/5). Dalam prosesi yang menjadi bagian peringatan Tri Suci...

KSPN Anggap Gugatan Apindo Tak Wakili Perusahaan

SEMARANG – Ketua DPD Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Jateng, Heru Budi Utoyo menuding Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tidak mewakili kepentingan para pengusaha. Sebab...

Guru SMK 3 Penampar Siswa Hanya di SP 1

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Oknum guru SMK Negeri 3 berinisial P yang diduga melakukan penganiayaan terhadap siswanya terancam mendapatkan sanksi tegas. Pun dengan siswa yang...

Waspadai Kedatangan Simpatisan Teroris

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG — Keberadaan dua narapidana teroris di Lapas Kelas IIA Kota Magelang, menjadi perhatian khusus Polres Magelang Kota menjelang perayaan Natal dan Tahun...

Bantah Adanya Bullying Siswa

PIHAK SMA Taruna Nusantara (TN) Magelang membantah adanya dugaan kasus bullying yang menimpa salah satu siswa kelas X, berinisial MH. SMA TN mengklaim belum...

Abdul Wachid Bantu Air Bersih di Demak

DEMAK - Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Abdul Wachid, tahun ini kembali mengirim air bersih ke beberapa desa yang mengalami kekeringan. Abdul Wachid...