33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Perda Parkir Mendesak Direvisi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BATANG – Dinas Perhubungan Kabupaten Batang berharap adanya Peraturan Daerah (Perda) terkait parkir. Menyusul banyaknya penarikan tarif parkir yang tidak sesuai dengan harga di lapangan. Yakni, dua kali lipat dari harga yang ditentukan Pemkab Batang.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso, menjelaskan bahwa Perda Kabupaten Batang Nomor 5 Tahun 2010 tentang Restribusi Parkir di Tepi Jalan Umum, sudah tidak layak lagi lantaran harganya sudah tidak sesuai dengan keadaan saat ini. “Terkait parkir, kami masih terus melakukan kajian. Karena harga di lapangan memang tidak sesuai Perda. Untuk itu, kami dalam proses pengajuan revisi Perda parkir, ” jelasnya, Senin (20/2) kemarin.

Perlu diketahui dalam Perda nomor 5 tahun 2010, struktur tarif digolongkan berdasarkan jenis kendaraan dan jumlah roda. Yang ditetapkan sebagai berikut,

  1. a) Kendaraan bermotor roda dua : Rp 500, b) Kendaraan bermotor roda tiga : Rp 700, c) Kendaraan bermotor roda empat : Rp 1.000 d) Kendaraan bermotor roda enam : Rp 2.000, e) Kendaraan bermotor roda lebih dari enam Rp 2.000.

Sedangkan struktur dan besarnya tarif retribusi untuk parkir berlangganan 1 (satu) tahun ditetapkan sebagai a) Kendaraan bermotor roda dua : Rp 20.000, b) Kendaraan bermotor roda tiga : Rp 30.000, c) Kendaraan bermotor roda empat : Rp 45.000, d) Kendaraan bermotor roda enam atau lebih : Rp 50.000.

Namun dalam praktiknya di lapangan, tarif yang dikenakan tukang parkir dua kali lipat dari harga yang ditetapkan. Seperti motor roda dua sudah Rp 1 ribu, mobil bahkan Rp 5 ribu, dan kendaraan lain harganya lebih besar. “Dengan masih berpatokan dengan Perda lama, kami belum bisa melakukan kontrak baru dengan juru parkir,” jelasnya.

Selain itu, katanya, Dinhub juga tidak bisa menindak, karena juru parkir menggunakan harga pasar. Selain itu, petugas parkir juga dituntut menaikkan tetribusi parkir oleh pemerintah, sehingga menarik lebih.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Batang, H Imam Teguh Raharjo menyarankan agar segera dilakukan pengajuan revisi Perda parkir oleh Pemkab Batang. “Saat ini, tarif parkir di lapangan tidak sesuai dengan Perda. Karena itu, kami sarankan segera dilakukan pengajuan revisi perda parkir,” ucap Teguh.

Jika dilihat dari kondisi ekonomi sekarang, tarif parkir di lapangan memang dirasa sesuai. Namun, karena Perdanya belum disesuaikan, sehingga praktik di lapangan jadi terlihat salah. (han/ida)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Buruh Nyonya Meneer Terima Dana BPJS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Raut wajah bahagia terpancar dari 58 buruh PT Nyonya Meneer (PT Njonja Meneer) setelah menerima pencairan dana dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Mereka didampingi Lembaga Penyuluhan...

Relokasi Warga BKT Ditunda Pasca Lebaran

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Proses relokasi sebagian warga penghuni dan pedagang kaki lima (PKL) di bantaran Banjir Kanal Timur (BKT) yang belum dipindahkan, ditunda dan dilanjutkan setelah...

Desain Downslope untuk Rumah di Perbukitan

RADARSEMARANG.COM - Kawasan perbukitan banyak ditemui di Semarang. Konsep downslope menjadi salah satu pilihan dalam pembangunan hunian di lahan dengan kontur tanah yang berbukit...

Sebar Bolokuncoro untuk Tumbuhkan Minat Baca

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Mendongkrak minat baca warga Kota Solo bukan perkara enteng. Sebab, berdasarkan penelitian United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco), minat...

Seribu Laser di Ketep Pass

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID — Ribuan wisatawan dari berbagai daerah memadati area parkir kawasaki wisata Ketep Pass Sawangan, Kabupaten Magelang, pada Minggu (31/12/2017) malam hingga Senin (1/1/2018) dini...

Pendaftar Diminta Mulai Sosialisasi

SEMARANG – Para bakal calon gubernur (bacagub) dan bakal calon wakil gubernur (bacawagub) Jateng yang mendaftar melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dipersilahkan untuk...