31 C
Semarang
Rabu, 25 November 2020

Pemprov Didesak Tuntaskan RTLH

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

SEMARANG – Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto mendesak pemprov dan pemerintah kabupaten/kota fokus pada program-program pengentasan kemiskinan secara langsung. Tidak terkecuali penanganan rumah tak layak huni (RTLH).

Dari Basis Data Terpadu Pemprov Jateng, penanganan RTLH baru mencapai 63.273 unit dalam kurun waktu 2011-2016. Jumlah itu sangat kecil. Hanya 3,6 persen jika dibandingkan dengan jumlah RTLH yang belum tertangani, yaitu 1.691.660 unit. RTLH itu tersebar di seluruh kabupaten/kota. Paling banyak di wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi.

Yudi menilai, APBD Jateng masih belum fokus dalam penanganan RTLH untuk mengentaskan kemiskinan. Padahal, bantuan langsung RTLH hanya Rp 10 juta per rumah. Politikus Partai Gerindra ini makin getol mendorong penanganan RTLH setelah melihat kondisi rumah milik Nuryadikarta, orang tua Sumanto yang beberapa tahun lalu heboh diberitakan karena memakan daging manusia. Rumah di Dukuh Grumbul Kedung Ketur, Desa Pelumutan RT 1 RW 1, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga seluas 7×7 meter itu dihuni tiga kepala keluarga berisi 14 jiwa.

Rumah tersebut terbuat dari papan kayu dan gedek tanpa kamar mandi dan jamban. Mereka mandi di tempat tetangga dan buang air besar di sungai. Tak ada tempat tidur. ”Kalau tidur ya di mana saja. Ada yang tidur di tumpukan batu. Batunya ambil dari pinggir sungai,” kata Samen, istri Nuryadikarta.

Dari 14 jiwa itu, hanya tiga sampai empat orang yang memiliki penghasilan. Samen menjual tempe keliling. Adik Sumanto, Karyono tukang pijit, dan Mulyati pembuat rambut palsu. Penghasilan mereka terhitung sangat mepet hingga tidak bisa memperbaiki rumah.

Kadus I Desa Pelumutan, Kuswanto mengatakan untuk membangun rumah sederhana sebagai pengganti RTLH milik orang tua Sumanto dibutuhkan dana sekitar Rp 30 juta. Pada Minggu (19/2) lalu, sudah terkumpul Rp 10 juta dari sumbangan Partai Gerindra dan Rp 4 juta dari iuran masyarakat. ”Itu bangunan baru dan bukan rehab,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Purbalingga dari Fraksi Gerindra, Adi Yuwono mengatakan anggaran APBD untuk pembangunan RTLH Rp 17 miliar. Namun jumlah itu masih kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan. Maka ia meminta semua pihak, perusahaan, tokoh masyarakat, parpol, pejabat ikut berperan. ”Semua harus turut serta. Bantuan yang Gerindra berikan sebagai stimulan,” tegasnya. (amh/ric/ce1)

Berita sebelumyaParpol Bersiap Hadapi Pilgub
Berita berikutnyaWaria Menghibur Warga

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...