Beranda Radar Kedu Kelas Disulap Jadi Pulau, Tumbuhkan Nasionalisme Siswa

Kelas Disulap Jadi Pulau, Tumbuhkan Nasionalisme Siswa

Others

TEMANGGUNG- Beragam kreasi, mulai produk kuliner dan benda ilmiah, dipamerkan siswa Toddler-KB-TK Cor Yesu dan SD Pangudi Utami Temanggung dalam ajang Edu Fun Days 2017 yang digelar selama dua hari, Jumat-Sabtu (17-18/2) lalu. Selain itu, para siswa juga unjuk kebolehan menghias kelas dengan ornamen unik bertemakan destinasi wisata unggulan Indonesia.

Penanggung jawab Yayasan Penyelenggaraan Ilahi Indonesia (YPII) Cabang Semarang Suster Rahayu yang hadir dalam even tahunan itu mengatakan, siswa diminta membuat karya nyata. Siswa diwajibkan menggunakan bahan baku sampah atau barang bekas. Hal ini dilakukan agar siswa mampu menjadi generasi muda yang peduli dan cinta terhadap lingkungan sekitar.

“Generasi masa depan haruslah unggul, peduli lingkungan, kreatif, memiliki nasionalisme tinggi, produktif dan inovatif sehingga memiliki kontribusi besar bagi negara. Maka dari itu, kami tak hanya memberikan materi pendidikan, namun juga aplikasi nyata agar mereka semakin peka dan benar-benar paham atas ilmu yang diperoleh,” ucapnya.

Berdasarkan pengamatan Suster Rahayu, dari berbagai kreasi siswa, yang paling unik adalah seni menghias kelas. Ia menyebut, ruang kelas IV dihias dengan ornamen destinasi wisata Bunaken yang khas akan pemandangan bawah laut lengkap dengan replika kerang raksasa. Kemudian kelas V dihias dengan suasana Pulau Dewata Bali. Di sudut ruang terdapat replika rumah adat gapura candi bentar, leak dan pernak pernik lain. Sedangkan untuk ruang kelas VI menghias dengan tema keindahan Pulau Papua, di mana Raja Ampat menjadi fokus utama yang ditampilkan.

“Indonesia ini sangat kaya akan destinasi wisata yang sangat cantik terbentang dari Sabang sampai Merauke. Anak-anak kami bebaskan memilih destinasi wisata unggulan yang sudah banyak dikenal dunia,” katanya.

Kepala KB-TK Cor Yesu Temanggung Suster Victoria menambahkan, terkait pemilihan pulau untuk setting kelas, para siswa bisa menampilkan kekhasan dari daerah yang dipilihnya. Baik dari segi makanan, mata pencariaan, nilai gotong royong dan lainnya. Daerah-daerah yang dipilih diantara Bali, Papua, Kalimantan, Palembang, Toraja, Batak dan Jawa (Betawi).

“Hal ini kita lakukan, untuk upaya menumbuhkan nasionalisme siswa. Siswa didik punya pengetahuan yang bagus, juga kita persiapkan untuk menjadi seorang pemimpin kelak,” tegasnya. (san/sct/ton)

Stay Connected

12,286FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here