31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

PDAM Belum Capai Target Pelanggan

KENDAL—Belum mencapai target, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kendal memperpanjang potongan harga untuk sambugan rumah (SR) baru. Sedianya, potongan harga untuk SR berakhir Senin (20/2) kemarin, namun PDAM memperpanjang sampai sepekan ke depan (26/2).

Demikian dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Pelanggan PDAM Kendal, Bambang Suprayogi. Ia menjelaskan, target SR bulan ini adalah sebanyak 1.712 SR sementara yang baru tercapai 1.129 SR. Sehingga masih ada kekurangan sebanyak 583 SR.

PDAM, bulan ini telah memberikan potongan harga untuk SR sebesar Rp 400 ribu. Yakni dari biaya pemasangan baru Rp 1,503 juta menjadi Rp 1,103 juta. “Kami juga sudah menerapkan target kepada seluruh karyawan PDAM untuk mencari SR,” kata Bambang.

Jumlah karyawan PDAM di Kendal ada 214 orang, target per karyawan adalah delapan SR. “Target tidak hanya bulan ini, tapi setiap bulan selalu kami target. Sebab PDAM ini memiliki target pemasangan hingga akhir tahun sebanyak 6.000 SR,” jelasnya.

Seperti bulan ini, kata Bambang, target yang harus ia penuhi adalah 1.500 SR. Hal itu akan tercapai dengan mewajibkan setiap karyawan mencari minimal delapan SR. “Selain itu khusus bulan Februari ini, kami memberikan potongan harga sebesar Rp 500 ribu,” katanya, kemarin.

Ditambahkannya, saat ini jumlah pelanggan PDAM telah mencapai 70 ribu lebih. Meski SR terus meningkat, tapi tingkat kebocoran PDAM masih cukup tinggi, yakni di angka 27 persen. Padahal sedianya kebocoran PDAM maksimal sedianya 20 persen.

“Kebocoran bukan lantaran pemutusan pipa oleh pelanggan. Melainkan karena pipa PDAM yang di tepi jalan kerap dilintasi kendaran berat dan mengakibatkan pipa PDAM mengalami kebocoran,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya mulai memperlakukan minimal pemasangan pipa dengan penguburan sedalam 80-100 sentimeter. Selain itu menerapkan elastis, sehingga tahan terhadap tekanan berat. “Sebab pipa lama kebanyakan pipa keras dan pemasangannya masih dangkal sehingga mudah bocor jika terkena tekanan,” tandasnya.

Salah seorang warga, Ibnu Maulana, warga Kendal mengeluhkan soal kecilnya aliran air PDAM saat pagi dan sore hari. Ia meminta agar tekanan pompa ditambah sehingga tidak mengganggu warga saat pagi dan sore.

“Kalau bisa, bak penampungan air (Resevoir) yang sudah ada ditambah. Sebab pelanggan PDAM di Kendal ini sangat banyak dan jumlahnya terus bertambah setiap hari. Jadi jangan sampai merugikan pelanggan,” katanya. (bud/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here