31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Depresi, Aniaya Pasutri

SALATIGA – Diduga akibat wanprestasi pekerjaan, seorang pemuda bernama Ageng nekat menganiaya warga Metes, Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Salatiga. Korban merupakan pasangan suami istri, Khoiron, 48, dan Farida, 49.

Akibatnya Khoiron menderita sejumlah luka di bagian kepala akibat terkena bacokan senjata tajam. Sedangkan Farida mengalami memar di bagian kepala karena dipukul menggunakan benda tumpul. Namun tak berapa lama dari kejadian itu, pelaku langsung menyerahkan diri ke Polres Salatiga.

“Kasus tersebut bukan percobaan pembunuhan, namun murni penganiayaan yang dilatarbelakangi oleh wanprestasi pekerjaan. Pelaku sendiri diindikasikan mengalami depresi. Sekarang sedang diadakan musyawarah antar kedua belah pihak,” kata Kasubag Humas Polres Salatiga AKP I Nyoman Suasma, Senin (20/2).

Berdasarkan keterangan anak korban, Solehan, penganiayaan terjadi pada Jumat (17/2) malam lalu di warung kedua orangtuanya yang ada di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga tepatnya di depan Kampus III IAIN Salatiga. Saat kejadian ayahnya sedang tidur sedangkan ibunya jaga warung. Tiba-tiba pelaku menggedor-gedor pintu sambil teriak-teriak mencari ayahnya. Pelaku juga mengancam akan membunuh korban.

Begitu melihat Khoiron, pemuda tersebut menyeretnya keluar dari warung sambil memukuli korban. Pelaku juga meraih sebuah sabit yang kebetulan ada di warung untuk menganiaya korban. Akibatnya Khoiron menderita luka di kening sebelah kiri, ubun-ubun dan bagian belakang kepala. Melihat kondisi suaminya berdarah-darah, Farida berupaya melindungi suaminya agar bisa melarikan diri. Namun nahas, Farida justru mendapat beberapa kali pukulan di kepala menggunakan gagang sabit.

“Ada tiga jahitan di kepala bapak, kalau ibu luka lebam,” kata Solehan.

Saat Khoiron terlepas dari pelaku ia berteriak minta tolong. Teriakannya didengar oleh satpam di kampus IAIN Salatiga. Seketika pelaku kabur menggunakan sepeda motor setelah satpam tersebut mendekat ke lokasi.

“Bapak lari ke tengah jalan, lalu dari kampus satpam tahu karena mendengar teriakan minta tolong. Kemudian pemuda itu melarikan diri,” ungkapnya.

Awalnya Solechan menduga, penganiayaan yang dialami oleh ayahnya merupakan percobaan pembunuhan. Kemudian setelah mendapat penjelasan dari polisi ternyata ayahnya dan pelaku awalnya adalah teman akrab. (jks/ton)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here