31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Jalur Menuju Watumalang Retak

SEMENTARA itu, hujan deras yang mengguyur wilayah Wonosobo, kemarin (20/2), menyebabkan jalan penghubung Wonosobo ke Kecamatan Watumalang rusak. Tepat di Desa Kuripan, jalan sepanjang sepuluh meter ambles. Kondisi ini menganggu lalu lintas, karena kondisi jalan berkontur tebing.

Informasi yang dihimpun koran ini, jalan ambles diketahui sekitar pukul 11.30. Sebelumnya, kawasan tersebut diguyur hujan deras disertai angin cukup kencang. Akibatnya, angin membuat tepian jalan ambles. Untuk mengatasi hal ini, dipasang penanda, karena jalan tersebut merupakan jalur utama warga Kecamatan Watumalang menuju Wonosobo.

Pihak Koramil dan Polsek mendatangi lokasi kejadian untuk memasang segitiga pengaman darurat dari kayu dan daun. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak PLN dan Jasa Marga.

“Pihak Koramil dan Polsek hanya bisa memberi imbauan bagi pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat mengendarai. Sebab amblesnya sisi badan jalan, sangat berbahaya jika terkena beban berat akan menambah lebarnya badan jalan yang rusak,” kata Danramil Watumalang Kapten (Inf) Samsuri di lokasi kejadian.

Karena curah hujan masih tinggi, Samsuri menyarankan kepada masyarakat untuk lebih hati-hati dan waspada. Jika tidak segera diperbaiki, kondisi jalan akan semakin parah. Sebab, retakan yang sudah ada, tidak akan mampu menahan beban air yang masuk ke rekahan tanah. “Bisa berakibat kerusakan akan lebih tinggi lagi nilainya.”

Terpisah, hujan deras mengguyur wilayah hunian tetap (Huntap) Kuwang Desa Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Minggu (19/2). Sekitar pukul 13.00, sejumlah warga merasa aneh dengan turunnya hujan deras, karena suaranya terdengar lebih keras dibanding biasanya. Saat dilihat, ternyata ada hujan es. Butiran-butiran es berjatuhan bersamaan hujan deras.

Topo Hardono, 53, warga setempat mengaku heran dengan suara hujan. “Saya merasa hujannya kok agak aneh. Terdengar suara klothak-klothak. Pas saya lihat, ternyata ada es. Tidak terlalu besar. Paling hanya sebesar ujung jari kelingking.”

Topo sempat mengambil butiran-butiran es yang jatuh. Tak lama kemudian, es langsung mencair. Sekdes Argomulyo itu menambahkan, hujan es berlangsung tidak lama. Hanya sekitar 5 menit. Beruntung, hujan es tidak sampai menimbulkan kerusakan. “Sejauh ini tidak ada kerusakan. Tidak ada genteng ataupun kaca yang pecah.”

Camat Cangkringan Edi Harmana juga membenarkan kejadian tersebut. Hujan es itu tidak sampai menimbulkan dampak. “Iya, betul ada hujan es. Tapi tidak ada dampak negatif.” (ali/jpg/isk)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here