31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Kirim Pengusaha, Ikuti Festival di Rusia

SEMARANG – Kota Semarang sedang mendapat perhatian di mata dunia. Setelah kedatangan Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda minggu kemarin, kini Semarang disambangi Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Senin (20/2). Kedatangannya di Kota Lunpia itu bertujuan mengundang sejumlah pengusaha di Kota Semarang untuk berpartisipasi dalam perhelatan akbar bertajuk Festival Indonesia 2017 di Moscow pada Agustus mendatang.

Duta Besar Mohamad Wahid Supriyadi mengungkapkan bahwa banyak potensi di Indonesia yang disukai oleh warga Rusia. ”Dari penyelenggaraan Festival Indonesia tahun lalu, menunjukkan tingginya animo masyarakat Rusia terhadap hal-hal terkait Indonesia. Seperti gamelan, wayang, dan batik. Banyak orang yang membeli batik sampai ngantri. Bahkan nasi goreng, sate, pisang goreng, dan kerupuk sampai ludes!,” ujarnya semangat.

Dari hal tersebut pihaknya melihat adanya peluang di sektor bisnis untuk segala potensi yang dimiliki Indonesia dan khususnya Semarang seperti furnitur, batik, teh dan kopi. ”Saat ini makanan Jepang dan Vietnam sudah menyerbu dan mendapatkan respons yang baik, tapi makanan Indonesia belum ada sama sekali. Maka manfaatkan peluang ini, mumpung belum banyak pesaing yang masuk ke sana,” tambahnya.

Hal itu tentu mendapat apresiasi dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Hendi, sapaan akrabnya, memaparkan tentang sejumlah keunggulan potensi dan fasilitas yang dimiliki Kota Semarang. ”Untuk itu, kami menyambut baik tawaran tersebut. Insya Allah kami akan memenuhi undangan untuk menghadirkan sejumlah pengusaha melalui Kadin dalam Festival tersebut,” tandasnya.

Semarang, lanjutnya, sebagai salah satu kota dengan letak yang strategis di pulau Jawa berkeinginan untuk membuka aksesibilitas seluas-luasnya dalam hal investasi. Apalagi, dirinya terang-terangan mempermudah akses investasi di Semarang dengan menerapkan sejumlah aplikasi online khususnya terkait perizinan agar cepat, terukur, dan transparan.

”Melalui sejumlah aplikasi online yang merujuk Kota Semarang sebagai Smart City, pemkot berupaya mempermudah perizinan, pelayanan publik serta mencegah tindakan pungutan liar,” tegasnya. (zal/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here