31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Minta Pasar Johar Dibangun 3 Lantai

SEMARANG Rencana pembangunan Pasar Johar lagi-lagi terganjal oleh pedagang. Kali ini, pedagang menyoal detail engineering design (DED) Pasar Johar yang rencananya dibangun 6 lantai. Senin (20/2) siang, ratusan pedagang Johar yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Kawasan Pasar Johar berkumpul di depan Balai Kota Semarang Jalan Pemuda. Mereka berulang kali menyanyikan yel-yel ”Pasar Johar siapa yang punya, Pak Wali siapa yang punya, yang punya kita semua!”. Mereka menentang pembangunan gedung baru Pasar Johar yang rencananya akan dibangun 6 lantai. ”Tiga lantai yes! Enam lantai no!”, seru para pedagang kompak.

Para pedagang melakukan aksi dengan berjalan dari Pasar Johar sampai Balai Kota Semarang sambil tidak berhenti menyerukan yel-yel. Namun para pendemo terpaksa berhenti di depan pagar balai kota karena dihadang oleh personel Satpol PP, dan dari pihak kepolisian yang telah berjaga sejak pagi. Gerbang balai kota ditutup rapat guna mengantisipasi pendemo merangsek masuk ke areal balai kota.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang tiba-tiba datang justru meminta Satpol PP untuk membuka gerbang tersebut. Wali kota yang akrab disapa Hendi tersebut tampak santai berjalan menuju keramaian para pendemo tersebut.

Iki do demo opo ora kerjo ?” (Ini sedang demo apakah tidak bekerja) tanya Hendi kepada para pedagang. ”Pokoknya jangan khawatir, ini tanggung jawab saya,” tegas Hendi kepada para pendemo. ”Rundingan perwakilan saja yang paling baik bagaimana, jangan rombongan begini,” imbaunya.

”Kami menuntut Pasar Yaik dan Johar dibikin 3 lantai saja bukan 6 pak wali. Kalau dibikin 6 lantai, saya dan para pedagang menolak keras,” teriak salah satu pedagang, Lastri, dengan lantang.

Mereka takut jika dibangun lebih 3 lantai, maka akan sepi pembeli. Setelah ditemui wali kota, perwakilan pendemo kemudian mengadakan rapat dengan pemkot di ruang data lantai 2 balai kota guna menyuarakan aspirasi mereka.

Menurut wali kota, Pasar Johar sudah menjadi ikon Semarang. Kalau ada tuntutan pedagang, pihaknya mencoba mengakomodasi. Dalam waktu satu minggu ini, Hendi akan mengumpulkan Dinas Penataan Ruang, komunitas cagar budaya, dan perwakilan pedagang untuk mencari titik temu. ”Jujur sampai sekarang DED (Pasar Johar) belum pernah dipaparkan kepada saya. Tapi seminggu ini saya akan fokus untuk mencari solusi yang baik bagi para pedagang maupun percepatan pembangunan Pemkot Semarang,” kata wali kota.

Hendi menyadari, dalam revitalisasi pasar-pasar tradisional selama ini lantai teratas selalu sepi pedagang. Karena itu, dia meminta alasan rencana pembangunan 6 lantai tersebut. ”Saya ingin ngerti dulu kenapa dibuat 6 lantai. Kalau untuk memenuhi jumlah pedagang, nanti solusinya seperti apa? Kalau sekiranya 3 lantai, mudah-mudahan jumlah pedagang bisa masuk semua, kalau tidak sisanya harus dipikirkan,” ujarnya.

Ketua Harian Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang, Prof Sudharto P Hadi, yang turut hadir dalam audiensi bersama pedagang meminta pembahasan kerangka Amdal Pasar Johar dihentikan dulu sebelum ada perbaikan DED. ”Kita tunggu penyempurnaan dulu.  Amdal bisa dilakukan kalau DED sudah pasti, dampak yang akan terjadi tergantung diskripsi proyeknya dalam DED,” terangnya.

Menurut mantan Rektor Undip ini, pembangunan Pasar Johar dengan enam lantai kurang ideal. Mengingat selama ini pedagang tidak ingin pembangunan lebih dari tiga lantai. ”Sebuah pembangunan itu perubahan untuk mewujudkan yang lebih baik,” katanya.

Meski begitu, pihaknya meminta pemkot memiliki data pedagang yang valid terlebih dulu. Jangan sampai pasar dibangun tiga lantai tapi ternyata tidak cukup menampung pedagang yang jumlahnya ribuan.

”Saya kira data pedagang juga harus diperbaiki. Revitalisasi Pasar Johar ini momentum untuk menata sesuai data dukungnya. Data harus valid,” tandasnya. ”Pasar Johar cepat dibangun itu keinginan semua pihak, tapi jangan sampai tidak akomodatif. Akan menjadi kosong, tidak ada pedagang dan pembelinya. Itu malah repot,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengatakan, berdasar database sesuai izin dasar jumlah pedagang di kawasan Johar mencapai 7.039 orang. ”Kalau tiga lantai jelas tidak muat dengan jumlah pedagang sebanyak itu. Kami minta dari perencana desain yang arif saja. Kami berharap pedagang mengikuti saja, tidak mungkin pemkot menyengsarakan pedagang,” terangnya. Pihaknya optimistis pembangunan Pasar Johar sesuai jadwal. Yakni dimulai 2017 dan pada 2020 sudah terbangun Johar Baru.

Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang, Ngadino, berharap pemkot bisa merevisi desain yang telah dibuat. Menurutnya, taman atau alun-alun yang telah direncanakan terlalu besar. Kondisi itu bisa diperkecil, sehingga pembangunan pasar bisa lebih luas. ”Keinginan kami kembali ke tiga lantai, sehingga masyarakat bisa menjangkau,” harapnya. (zal/aro/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here