33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Sekolah Belum Tentukan Besaran SPP SMA/SMK

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANG- Penetapan besaran sumbangan pengembangan pendidikan (SPP) bagi siswa SMA/SMK negeri masih belum jelas. Padahal pelimpahan kewenangan pengelolaan SMA/SMK negeri dari kabupaten/kota ke provinsi sudah berjalan hampir 2 bulan. Pihak sekolah sendiri masih menunggu keluarnya Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur soal SPP.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Semarang, Wiharto, mengatakan, pihak SMA/SMK negeri hingga saat ini masih menunggu turunnya Pergub soal penetapan SPP. “Kami masih menunggu Pergub turun dulu, namun kepala sekolah akan berupaya agar jika ada sumbangan tidak memberatkan siswa kurang mampu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (16/2) siang.

Pria yang akrab disapa Pak Wi ini menjelaskan, jika Pergub telah keluar, maka pihak sekolah bisa menentukan mekanisme penerapan besaran SPP kepada siswanya. Terkait besaran SPP yang belum ditentukan, pihaknya yakin jika nantinya aturan tidak memberatkan siswa yang kurang mampu. “Mekanismenya belum diatur, tapi menurut saya tidak akan memberatkan. Bahkan siswa yang tidak mampu, nantinya akan dicarikan beasiswa oleh pihak sekolah,” tuturnya.

Sebelum Pergub dikeluarkan, lanjut Wiharto, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng akan melakukan pemaparan di depan gubernur terkait konsep kemampuan pemerintah provinsi yang hanya menyanggupi membayar guru tidak tetap (GTT) yang memiliki jam mengajar linier 24 jam sepekan. “Untuk upah GTT yang punya jam mengajar 24 jam akan mendapatkan gaji sesuai Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) ditambah 10 persen. Tapi ini baru usulan yang nantinya akan dipaparkan,” bebernya.

Kepala SMAN 3 Semarang ini menambahkan, hanya GTT yang bekerja di sekolah negeri yang dibiayai provinsi. Data GTT di Kota Semarang sendiri telah disetorkan ke Pemprov Jateng pada pertengahan November tahun lalu. Sementara untuk pegawai tidak tetap (PTT), lanjut dia, tidak mendapatkan anggaran dari pemerintah provinsi. “Gaji PTT mekanismenya akan diserahkan ke pihak sekolah, sistemnya nanti bukan sumbangan. Namun gotong royong, menutup gaji PTT yang tidak dianggarkan,” jelasnya.

Besaran gaji untuk PTT, kata dia, nantinya akan dilihat dari Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dalam jangka waktu 1 tahun, terhitung Januari – Desember 2017. Ia menegaskan jika siswa kurang mampu tidak akan dibebani pungutan apapun. ” Nanti kesepakatannya akan melibatkan orang tua dan komite sekolah,” ucapnya.

Kepala Disdikbud Jateng, Gatot Bambang Hastowo, menuturkan, jika payung hukum tentang SPP diatur dalam UU No 20/2003 tentang Sistem pendidikan Nasional. Pasal tersebut menyebutkan tanggungjawab pendidikan ada pada pemerintah dan masyarakat. Namun ia menegaskan jika SPP hanya ditujukan untuk siswa dari keluarga mampu. ” Mereka yang tidak mampu tidak ditarik biaya, karena sudah ada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” katanya.

Tekait penentuan besaran SPP, lanjut dia, pihak sekolah harus mengetahui biaya operasional yang digunakan untuk program belajar-mengajar, pengadaan sarana prasarana, dan infrastruktur sekolah yang terhimpun pada RKAS. ” Jika sekolah menerima BOS Rp 100 juta dan RKAS Rp 200 juta, maka kekurangan anggaran dibebankan dalam bentuk SPP. Nanti hitung lagi, berapa siswa yang mampu? Berapa yang tidak? Setelah ada nominalnya RKAS-nya lalu dirapatkan dengan komite sekolah dan wali murid,” jelasnya.(den/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Wilayah Miskin Perlu Digelontor CSR

SEMARANG - Pemprov Jateng mengimbau kepada seluruh perusahaan ikut mengintervensi daerah-daerah yang masuk dalam zona merah kemiskinan. Intervensi bisa dilakukan lewat program corporate social...

Tol Dibuka sampai Batang

SEMARANG - Jalan tol Pantura Jateng dipastikan bisa beroperasi secara fungsional untuk arus mudik Lebaran 2017 mendatang. Ruas tol yang sudah bisa difungsikan di...

Robot UKSW Targetkan Lolos Kontes Nasional

SALATIGA - Tim Robotics Research Center (R2C) Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menargetkan lolos masuk ke tingkat nasional...

Tak Kuat Nanjak, Hantam 4 Kendaraan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kecelakaan lalu lintas melibatkan empat mobil dan sebuah sepeda motor terjadi di Jalan Candi Raya atau Kawasan Industri Candi (KIC) Purwoyoso,...

Perwira Wajib Menulis Nilai Kediponegoroan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Prihatin dengan mulai lunturnya penghayatan nilai-nilai Kediponegoroan di lingkungan jajaran Kodam IV Diponegoro, Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto mewajibkan...

3 Kantin Sekolah Diterjang Puting Beliung

KENDAL—Hujan deras disertai angin lebat, mengakibatkan tiga kantin di SMK NU 02 Rowosari Kendal roboh hingga rata dengan tanah. Tidak hanya itu, ruang praktik sekolah, tempat kendaraan bermotor...