31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

30 Pemandu Karaoke Terjaring Razia

SEMARANG – Sejumlah tempat hiburan malam dan karaoke liar dirazia aparat gabungan Satpol PP Kota Semarang bersama aparat Polrestabes Semarang dan TNI. Dalam razia itu, puluhan perempuan pemandu karaoke (PK) serta minuman keras (miras) diamankan.

Razia digelar Kamis (9/2) sekitar pukul 22.00 dimulai dari tempat karaoke RnB di Jalan Jenderal Sudirman, Karangayu, Semarang Barat. Di tempat tersebut, petugas hanya mengamankan puluhan botol miras kosong dan belasan perempuan pemandu karaoke. Selain itu, tempat hiburan malam tersebut juga disegel petugas lantaran diduga melanggar peraturan daerah (Perda)

Berikutnya, petugas menyisir Jalan Imam Bonjol dan sebuah karaoke liar di Jalan Layur, Semarang Utara. Di lokasi tersebut, petugas mendapati bekas minuman keras dan seorang laki-laki tua yang sudah teler. Petugas hanya menyita sejumlah peralatan karaoke. Diduga razia ini telah bocor.

Petugas meneruskan razia ke karaoke Neo King di Manyaran. Di lokasi ini petugas berhasil mendapati ratusan botol miras. Selain itu, petugas juga mengamankan belasan perempuan pemandu lagu. Tempat karaoke ini juga diduga belum mengantongi izin dan dinyatakan melanggar perda.

Para pemandu karaoke yang melanggar perda tersebut digelandang naik ke truk patroli dibawa menuju Mako Satpol PP untuk dilakukan pendataan. Sesuai rencana, mereka yang terjaring razia akan dikirim ke Solo untuk dilakukan pembinaan selama enam bulan.

Kabid Transtibunmas Satpol PP Kota Semarang, Marthen Stevanus Dacosta, mengungkapkan, razia ini dilakukan untuk penegakan Perda. Hasil di lapangan, didapati tempat karaoke tersebut diduga melanggar Perda Nomor 20 Tahun 2011 tentang izin HO dan Nomor 8 Tahun 2009 tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol.

”Di karaoke Neo King juga ditemukan sama, pelanggaran izin gangguan. Setelah kami kroscek masih dalam proses perizinan,” ungkapnya usai melakukan razia.

Dalam razia itu, pihaknya mengamankan lebih dari 100 botol minuman keras dan 30 perempuan pemandu karaoke. Satu orang tidak bisa menunjukan identitas. ”Ini juga melanggar Perda Nomor 2 Tahun 2008 terkait administrasi kependudukan,” katanya.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto, menegaskan, razia yang sama akan terus dilakukan secara rutin. Diharapkan, pemilik karaoke atau tempat hiburan malam di Kota Semarang tetap mematuhi peraturan yang berlaku.

”Selain tertib perizinannya, juga diharapkan menjaga ketertiban dan keamanan. Sanksi bagi pelanggar perda kalau tidak punya izin dendanya Rp 50 juta atau kurungan tiga bulan. Ini kita proses persidangan nantinya,” tegasnya.

Setelah dilakukan pendataan, puluhan pemandu lagu yang terjaring razia sesuai rencana akan dikirim ke tempat rehabilitasi di Kota Solo. Mereka akan mendapatkan pembinaan kurang lebih selama enam bulan. (mha/aro/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here