33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

30 Pemandu Karaoke Terjaring Razia

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Sejumlah tempat hiburan malam dan karaoke liar dirazia aparat gabungan Satpol PP Kota Semarang bersama aparat Polrestabes Semarang dan TNI. Dalam razia itu, puluhan perempuan pemandu karaoke (PK) serta minuman keras (miras) diamankan.

Razia digelar Kamis (9/2) sekitar pukul 22.00 dimulai dari tempat karaoke RnB di Jalan Jenderal Sudirman, Karangayu, Semarang Barat. Di tempat tersebut, petugas hanya mengamankan puluhan botol miras kosong dan belasan perempuan pemandu karaoke. Selain itu, tempat hiburan malam tersebut juga disegel petugas lantaran diduga melanggar peraturan daerah (Perda)

Berikutnya, petugas menyisir Jalan Imam Bonjol dan sebuah karaoke liar di Jalan Layur, Semarang Utara. Di lokasi tersebut, petugas mendapati bekas minuman keras dan seorang laki-laki tua yang sudah teler. Petugas hanya menyita sejumlah peralatan karaoke. Diduga razia ini telah bocor.

Petugas meneruskan razia ke karaoke Neo King di Manyaran. Di lokasi ini petugas berhasil mendapati ratusan botol miras. Selain itu, petugas juga mengamankan belasan perempuan pemandu lagu. Tempat karaoke ini juga diduga belum mengantongi izin dan dinyatakan melanggar perda.

Para pemandu karaoke yang melanggar perda tersebut digelandang naik ke truk patroli dibawa menuju Mako Satpol PP untuk dilakukan pendataan. Sesuai rencana, mereka yang terjaring razia akan dikirim ke Solo untuk dilakukan pembinaan selama enam bulan.

Kabid Transtibunmas Satpol PP Kota Semarang, Marthen Stevanus Dacosta, mengungkapkan, razia ini dilakukan untuk penegakan Perda. Hasil di lapangan, didapati tempat karaoke tersebut diduga melanggar Perda Nomor 20 Tahun 2011 tentang izin HO dan Nomor 8 Tahun 2009 tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol.

”Di karaoke Neo King juga ditemukan sama, pelanggaran izin gangguan. Setelah kami kroscek masih dalam proses perizinan,” ungkapnya usai melakukan razia.

Dalam razia itu, pihaknya mengamankan lebih dari 100 botol minuman keras dan 30 perempuan pemandu karaoke. Satu orang tidak bisa menunjukan identitas. ”Ini juga melanggar Perda Nomor 2 Tahun 2008 terkait administrasi kependudukan,” katanya.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto, menegaskan, razia yang sama akan terus dilakukan secara rutin. Diharapkan, pemilik karaoke atau tempat hiburan malam di Kota Semarang tetap mematuhi peraturan yang berlaku.

”Selain tertib perizinannya, juga diharapkan menjaga ketertiban dan keamanan. Sanksi bagi pelanggar perda kalau tidak punya izin dendanya Rp 50 juta atau kurungan tiga bulan. Ini kita proses persidangan nantinya,” tegasnya.

Setelah dilakukan pendataan, puluhan pemandu lagu yang terjaring razia sesuai rencana akan dikirim ke tempat rehabilitasi di Kota Solo. Mereka akan mendapatkan pembinaan kurang lebih selama enam bulan. (mha/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sembako Non Tunai Lebih Mahal

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Dugaan monopoli Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) terjadi di Desa Sumberagung. Bantuan sebesar Rp 110 ribu perbulan yang diberikan kepada warga...

Dari Teller Jadi Trainer

RADARSEMARANG.COM - BAGI Rahemas Pamesti, pekerjaan yang digeluti saat ini harus membuat dirinya banyak belajar dibandingkan pekerjaan  sebelumnya. Ya, wanita cantik yang akrab disapa...

Gedung Parkir 10 Lantai

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang akan membangun gedung parkir 10 lantai di lahan kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK), Jalan Pandanaran. Rencananya pembangunan akan dimulai bulan Agustus...

Tak Yakin Tol Bisa Dilewati, Siapkan Jalur Alternatif

BATANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang tak yakin, proses pembangunan jalan tol Trans Jawa Pemalang-Batang bisa kelar dan dilewati selama musim mudik dan...

Bupati Mirna Bagikan Bantuan Beras

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Cuaca buruk perairan laut utara Jawa mengakibatkan para nelayan di Kendal tak berani melaut. Hal ini mengakibatkan para nelayan kesulitan untuk mencari nafkah....

Tarif Parkir Berjenjang, Dishub Lepas Tangan

”Kami tidak memiliki kewenangan mengatur soal tarif parkir sistem berjenjang. Tarif dan pajak itu kewenangan Bapenda.” Tri Wibowo - Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang SEMARANG...