33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Banjir Bandang di Ngaliyan Diduga Akibat Embung Jebol

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Warga Perumahan Wahyu Utomo, Kelurahan Tambakaji, Ngaliyan, Semarang, meminta Pemkot Semarang mengusut tuntas penyebab banjir bandang akibat meluapnya Sungai Pengilon, Selasa (7/2) lalu. Dugaan sementara, banjir bandang yang berlangsung sekitar 1 jam itu akibat jebolnya embung milik PT Indo Perkasa Usahatama (IPU) di belakang RS Permata Medika, Ngaliyan.

Salah satu warga RT 9 RW 6 Perumahan Wahyu Utomo, Trio W, 53, mengatakan, akibat banjir bandang yang menerjang 32 rumah warga di enam RT, yakni RT 2, 3, 4, 6, 7 dan 9 RW 6 itu, menyebabkan warga menjadi trauma. Karena itu, perlu pengusutan tuntas terkait penyebab banjir bandang tersebut untuk solusi penanganan agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.

”Banjir bandang datang dalam waktu cepat. Hanya 10 menit kemudian surut. Logikanya begini, kalau banjir disebabkan hujan besar (berintensitas tinggi), maka seharusnya daerah Mangkang juga ikut banjir, tapi ini enggak. Dugaan sementara akibat embung jebol di belakang RS Permata Medika,” kata Trio W kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Indikasi itu membuat Trio curiga bila banjir bandang tersebut disebabkan karena adanya embung jebol atau meluap. Karena itu, ia meminta agar pemkot menelusuri penyebab banjir bandang tersebut agar tidak terulang lagi.

”Di rumah saya, air masuk rumah kurang lebih setinggi dada. Otomatis tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga, seperti printer, laptop, dan lain-lain. Kalau hujan biasa, tidak pernah terjadi apa-apa,” ujarnya.

Warga RT 7 RW 6, Bambang Wicaksono, mengatakan, kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Desel ini mendesak untuk dilakukan pengerukan atau normalisasi. ”Karena terjadi pendangkalan sedimentasi sangat tebal. Struktur kalinya berbelok-belok (membentuk huruf S), di sekitar sungai dihuni permukiman penduduk dengan jarak dekat. Sehingga sangat rawan meluap,” katanya.

Menurutnya, pemerintah perlu dilakukan penanganan sungai tersebut. ”Perlu dilakukan pengerukan, harusnya struktur sungai dikembalikan atau diluruskan. Soalnya sekarang berbelok-belok,” katanya.

Camat Ngaliyan Heroe Soekendar mengakui, adanya dugaan embung jebol milik PT IPU masih dilakukan pengkajian mendalam. ”Apakah ada embung jebol masih kami lakukan kajian bersama. Kami sedang melakukan penelitian di sungai, tujuannya untuk mengetahui penyebabnya apa,” ujar Heroe.

Namun demikian, fokus utama yang mendesak dilakukan adalah melakukan penanganan pembersihan lumpur di jalan kampung dan rumah warga. Hal itu agar warga segera bisa beraktivitas secara normal.

”Pembersihan jalan dulu, agar lumpur bersih. Dari target perkiraan bisa diselesaikan, ini dua hari sudah 90 persen. Kami dibantu banyak pihak, mulai TNI, Polri, mahasiswa, karang taruna, BPBD, Dinas PU, Dinas Kebakaran, dan lain-lain, semua bergerak bersama. Tinggal 10 persen nanti diteruskan warga,” katanya.

Untuk kerugian materi akibat banjir bandang tersebut, pihaknya belum mengetahui secara pasti. Sebab, masih dilakukan inventarisasi. Baik barang-barang milik warga maupun bangunan. Jumlahnya ada 32 rumah warga, tersebar di enam RT, yakni RT 2, 3, 4, 6, 7 dan 9, RW 6. ”Terparah di RT 3 dan 9. Kerugian total belum diketahui,” ujarnya.

Sungai tersebut, kata dia, merupakan kategori DAS Desel. Warga sekitar menyebutnya Sungai Singihas atau Sungai Pengilon.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang melakukan tinjauan di Perumahan Wahyu Utomo mengupayakan agar korban banjir bandang di Ngaliyan ini bisa mendapatkan bantuan dana.

”Ada sebanyak 32 kepala keluarga (KK). Memang, nilai bantuan mungkin tak sebanding dengan kerugian yang dialami warga. Nominal anggaran bantuan maksimal Rp 10 juta per KK. Kan lumayan untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah,” katanya.

Pihaknya mengaku telah meminta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Agus Harmunanto, untuk melakukan inventarisasi. Tentunya akan disesuaikan tingkat kerugian warga dengan nilai maksimal Rp 10 juta.

”Biar warga segera bisa membeli barang, perkakas, baju, kasur, ini kan kebutuhan sehari-hari. Ada 7 rumah yang ketinggian airnya hingga sedada orang dewasa. Otomatis kasur, perkakas rumah, baju, dan lain-lain terendam,” ujarnya.

Mengenai bantuan bencana tersebut, kata Hevearita, telah diatur dalam ketentuan Peraturan Wali Kota (Perwal).

Untuk penanganan sungai meluap, Hevearita mengatakan ini menjadi prioritas. Di antaranya, melakukan pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan. ”Termasuk membersihkan sampah-sampah, pohon-pohon yang menyumbat aliran sungai dan seterusnya,” katanya.

Untuk menelusuri penyebab terjadinya banjir bandang tersebut, ia meminta kepada camat berkoordinasi dengan Kepala Dinas PU. ”Sementara curah hujan sudah tinggi sejak November-Desember lalu, dan tidak terjadi apa-apa. Kenapa baru sekarang terjadi? Tentu ini kan ada sesuatu yang menyebabkan adanya air bah seperti ini,” ujarnya.

Namun yang jelas, kata dia, prioritas utama agar penanganan pengerukan sungai. Sebab, banyak pulau-pulau tanah, dan pohon-pohon yang roboh. Sehingga menyumbat dan menyebabkan banjir. ”Sampah-sampah di sungai tentu akan mengganggu aliran sungai dan membuat air meluber,” katanya. (amu/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rumah Dandim Dibobol Maling

SALATIGA – Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di kota Salatiga. Tidak tanggung – tanggung, kali ini sasarannya adalah kediaman Letkol Inf Hendy Yustian...

Slamet Haryanto, Penerima Bidikmisi yang Jadi Wisudawan Terbaik USM

Faktor ekonomi tidak menghalangi Slamet Haryanto untuk menempuh pendidikan tinggi. Bahkan, kemarin ia menjadi wisudawan terbaik Universitas Semarang (USM) dengan IPK nyaris sempurna, 3,96. DIAZ...

Sahabat Kembali Runner Up

SEMARANG – Impian tim basket putri Sahabat Wisma Sehati Semarang untuk menjadi yang terbaik di kompetisi basket wanita Tanah Air kembali pupus.  Sahabat akhirnya...

Butuh APBN Atasi Rob Tanjung Emas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rob yang menggenangi kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, menjadi perhatian anggota Komisi V DPR, Bambang Haryo Soekartono. Dalam pantauannya di kawasan pelabuhan,...

Haul dan Pengajian Umum

RADARSEMARANG.COM - PENGAJIAN umum dan haul Almaghfurlahum KH M Wildan Abdulchamid, KH Abdulchamid (Mbah Chamid) dan KH Achmad Abdulchamid akan dilaksanakan pada Jumat, 20...

Normalisasi Sungai Beringin Terganjal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Program normalisasi sejumlah sungai di Kota Semarang mendesak untuk segera dilakukan. Selain normalisasi Sungai Sringin, Kali Tenggang, Kali Banger, Kali Babon,...