Kuota Haji Semarang Diperkirakan 2.000 Orang

  • Bagikan

SEMARANG — Kuota haji Kota Semarang 2017 mendatang diperkirakan mencapai 2.000 lebih calon haji (calhaj). Jumlah itu meningkat signifikan dibanding kuota haji 2016 yang mencapai 1.452 orang. Penambahan kuota ini menyusul dikembalikannya kuota haji seperti semula serta adanya penambahan 20 persen kuota jamaah haji yang didapatkan Indonesia dari Pemerintah Arab Saudi.

 ”Kalau kuota haji normal sebanyak 1.710 calon haji. Jika ada penambahan 20 persen, jumlahnya jadi sekitar 2.000 lebih. Sehingga tidak menutup kemungkinan bisa memajukan antrean calhaj porsi 2018 menjadi 2017,” kata Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang, Drs H Muh Habib MM, saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang usai mengikuti Musyawarah Daerah Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (FK KBIH) di Hotel Grasia, Selasa (7/2) lalu.

Diakui, hingga kini belum ada kepastian jumlah kuota haji Kota Semarang. Sebab, belum ada pengumuman resmi dari Kementerian Agama RI. ”Karena tahun ini ada pengembalian dan penambahan kuota 20 persen, otomatis kita mempersiapkan lebih maksimal lagi pelayanan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, hampir setiap hari kantornya menerima pendaftaran calhaj secara online yang sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Setiap hari, sedikitnya 25-30 calon haji yang mendaftar ke kantor Kemenag Kota Semarang, bahkan pernah mencapai angka 100 orang dalam satu hari. Dari calon haji yang telah terdaftar, usia di atas 50 tahun masih mendominasi. Ia mengharapkan mereka tetap menjaga kesehatan hingga proses ibadah haji selesai.

”Rata-rata masih usia 50 tahun ke atas yang mendaftar, tapi tidak menutup kemungkinan penambahan kuota nantinya bisa memajukan calhaj yang dapat antrean 2018,” terangnya.

Menurut Habib, hal itu dikarenakan masa tunggu yang saat ini mencapai 23 tahun membuat calhaj ingin cepat-cepat mendaftar. Meskipun hal tersebut sudah sering disosialisasikan kepada masyarakat melalui media massa, forum-forum, dan KBIH. ”Sekarang saja masa tunggu sudah 23 tahun. Jadi ya pada berpikir daftar sekarang aja daripada nanti tambah lama,” tambahnya.

Untuk ongkos naik haji (ONH) tahun ini, ia mengharapkan tidak ada kenaikan dibanding musim haji tahun lalu sebesar Rp 34,8 juta. Ia mengharapkan, kepada calhaj agar lebih awal melakukan pelunasan atau setidaknya mempersiapkan kekurangan ONH sebelum ada pengumuman resmi besaran ONH dari pemerintah.

Seperti diketahui, sejak 2013 lalu, kuota jamaah calon haji Indonesia dan negara lainnya dipangkas 20 persen lantaran adanya proyek perluasan fasilitas di Masjidil Haram, Mekkah. Namun pada 2017 ini, Pemerintah Arab Saudi mengembalikan kuota haji menjadi 211.000 orang plus tambahan kuota 10 ribu orang. (mg26/aro/ce1)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *