31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

Tiga Hari, Hujan Deras Disertai Angin dan Petir

CUACA ekstrem akan terjadi di Jateng pada tiga hari ke depan. Hasil pantauan Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) Semarang, cuaca ekstrem ini berupa hujan deras disertai angin kencang dan petir.

”Kita prediksi tiga hari ke depan, meski tidak setiap hari berturut-turut. Kita belum berani memprediksi terlalu jauh,” ungkap Kasi Data dan Informasi BMKG Semarang, Agus Sudaryatno, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (7/2) kemarin.

Agus menjelaskan, fenomena ini disebabkan adanya faktor suhu permukaan air laut naik lebih tinggi di atas normal 0,5 derajat celcius. Sedangkan sekarang ini suhu permukaan air laut lebih hangat, yakni antara 28,5 sampai 29 derajat celcius.

”Kalau kelembaban udara masih lamban 70 sampai 90 persen. Jadi, penguapan lebih banyak, karena terjadi kelembaban, sehingga ini yang menyebabkan timbulnya awan,” jelasnya.

Faktor kedua, Agus menyebutkan adanya tekanan udara rendah di Australia bagian utara yang menyebabkan angin baratan melewati wilayah Jateng. Sehingga terjadi curah hujan tinggi. Juga menimbulkan awan comulonimbus (awan CB) yang biasa disertai angin kencang dan petir.

”Kalau pagi sampai siang, panas. Sore sampai malam akan turun hujan deras, tapi singkat. Hujan juga disertai angin kencang. Meski tidak setiap hari berturut-turut,” katanya.

Faktor berikutnya, lanjut dia, sekarang ini banyak sinar matahari yang tidak tertutup, dalam arti cuaca sangat panas. Hal ini menyebabkan udara lembab tertarik ke atas dan membentuk gumpalan awan.

”Di situ ada gumpalan awan konvektif dan awan konveksi. Yakni, awan CB, ada aliran awan yang bergolak di dalamnya mengandung ion positif atau petir. Jadi, kalau hujan pasti disertai angin kencang dan petir,” terangnya.

Fenomena akibat faktor ini terjadi di wilayah Jateng, di antaranya, Banyumas, Brebes bagian selatan, Tegal bagian selatan, Kendal bagian selatan, Kebumen bagian Utara, Cilacap bagian utara, Purworejo bagian utara, Wonosobo dan Banjarnegara. ”Termasuk di wilayah Kota Semarang. Akan diguyur hujan disertai angin kencang. Kecepatan angin di atas 40 km per jam. Ini termasuk kencang di atas normal,” ujarnya.

Dampak dari fenomena tingginya curah hujan juga bisa menimbulkan tanah longsor di wilayah dataran tinggi. Sedangkan di dataran rendah yang salurannya tersumbat, bisa berdampak terjadinya banjir.

Agus mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati ketika terjadi hujan deras disertai angin kencang dan petir. ”Jangan berteduh di bawah pohon. Kalau yang di sawah ketika turun hujan, segera untuk meninggalkannya, karena bisa berisiko tersambar petir,” imbaunya.

Cuaca buruk ini juga berimbas pada gelombang air laut yang mengalami kenaikan. Sehingga masyarakat yang beraktivitas di laut, hendaknya berhati-hati. ”Di laut Jawa, gelombang air laut mencapai 50 sentimeter sampai 1,5 meter. Di laut selatan Jawa antara 2,5 meter sampai 4,5 meter,” bebernya. (mha/aro/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here