31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Dua Penerjun Jatuh di Laut, Seorang Hilang

SEMARANGDua personel TNI mengalami musibah jatuh di perairan laut Jawa sekitar Pelabuhan Tanjung Emas Semarang saat berlatih terjun payung bebas. Seorang anggota selamat, seorang lainnya masih dalam proses pencarian. Korban selamat diketahui bernama Serda Beny Buana Yuda anggota Korp Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Satuan 81 Gultor Cijantung Jakarta. Beny yang jatuh di perairan Dermaga Nusantara ditolong oleh seorang anggota Lanal. Sedangkan korban hilang Sersan Satu (Sertu) Danang, anggota satuan yang sama.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (7/2), menyebutkan, insiden tersebut terjadi saat mereka melakukan latihan terjun payung bersama sembilan anggota lainnya menggunakan pesawat Heli MI17 milik TNI Skuadron 31 Serbu Penerbad Semarang sekitar pukul 07.30 kemarin.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi mengatakan, dua anggota tersebut berlatih terjun bebas mulai sekitar pukul 07.15. ”Kebetulan di sini ada latihan personel Kopassus dari Jakarta yang sedang melaksanakan kegiatan pemeliharaan kemampuan Privol atau terjun bebas militer. Ini latihan rutin yang sudah terprogram tempatnya di mana, hari apa, dan berapa lama,” ungkapnya saat ditemui di lokasi pencarian kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Jaswandi mengatakan, pada saat tim tersebut berangkat melaksanakan kegiatan, cuaca masih dalam keadaan normal. Namun setelah mengudara, dan pada saat lompat, ada satu perubahan arah angin maupun kecepatan angin yang semakin tinggi. ”Dari 11 penerjun, sembilan orang mendarat di daratan sesuai dengan yang diharapkan. Dua orang mendarat di laut,” katanya.

Dua anggota yang jatuh di laut itu, seorang di antaranya berhasil selamat. Ia jatuh di perairan sekitar kawasan Pelabuhan Tanjung Emas. Sedangkan seorang masih dalam proses pencarian, yakni Sersan Satu Danang.

”Satu orang terselamatkan karena terbantu dari pengamanan, selain dari diri sendiri juga dibantu nelayan. Sedangkan Sertu Danang, sampai saat ini masih dalam proses pencarian,” ujarnya.

Menurut Jaswandi, kuatnya dugaan anggota TNI tersebut jatuh ke lautan setelah ditemukannya sebuah helm milik korban di perairan kawasan Pelabuhan Tanjung Emas.

”Helmet (helm) dan payungnya. Tadi ada yang melihat kurang lebih 20 meter sebelum terjun ke laut sudah dilepaskan, dan yang bersangkutan juga mempunyai kemampuan berenang. Semoga yang bersangkutan bisa mengatasi kesulitan yang menimpa dirinya. Karena saat ini masih kita cari,” katanya.

Kemarin tim Basarnas ikut membantu melakukan pencarian. Termasuk personel Ditpolair serta para nelayan dan relawan. ”Tadi pukul 11.45 (kemarin) pencarian kita hentikan sementara mengingat ombak sudah mencapai ketinggian 2 meter lebih,” terangnya.

Juru bicara Basarnas Kantor SAR Semarang Maulana Affandi mengatakan, tujuh kapal dari sejumlah instansi dikerahkan untuk membantu pencarian anggota Kopassus tersebut.

Selain milik Basarnas, kapal Polair Polda Jateng dan milik Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai milik Administratur Pelabuhan Tanjung Emas juga dikerahkan. ”Dua Rigid Inflatable Boat, empat kapal Polair, dan satu kapal KPLP,” katanya.

Tim pencari, lanjut dia, juga dibagi menjadi dua yang bertugas mencari di kawasan perairan dan pantai. Menurut dia, petugas yang diterjunkan dalam pencarian ini dihadapkan dengan cuaca buruk yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Kasi Operasional Basarnas Jateng, Tri Joko Priyono, mengatakan, akan terus melakukan upaya pencarian terhadap satu orang yang belum ditemukan tersebut. Sedangkan sampai sejauh ini tim pencarian baru berhasil menemukan sebuah helm yang diduga milik korban.

”Ditemukan helm overall hijau. Kalau dari keterangan temen-temen dari kepolisian, diduga itu helm korban. Helm itu ditemukan di dekat terminal peti kemas sekitar pukul 10.00,” ujarnya.

Tri Joko mengatakan, posisi pencarian korban mulai Pantai Marina sampai Pantai Cipta. Sebab, titik dugaan jatuhnya korban di lokasi tersebut. ”Dari keterangan saksi-saksi yang ada di lapangan, diduga jatuhnya di sekitar situ. Di kawasan tersebut banyak rumpon dan jaring, kita akan fokus pencarian di sana,” katanya. (mha/aro/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here