SOSIALISASI : Warga Desa Lebo, Kecamatan Warungasem, Batang saat mendapatkan sosialisasi berbahayanya sambungan listrik jika tidak diperlakukan dengan benar. (Lutfi.hanafi@radarsemarang.com)
SOSIALISASI : Warga Desa Lebo, Kecamatan Warungasem, Batang saat mendapatkan sosialisasi berbahayanya sambungan listrik jika tidak diperlakukan dengan benar. (Lutfi.hanafi@radarsemarang.com)

BATANG – Warga Kabupaten Batang yang dilewati Sambungan Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) harus waspada. Sebab risiko cukup besar menghantui masyarakat yang hidup dibawah jaringan dengan kekuatan 500 KV tersebut.

“SUTET memang berpotensi berbahaya jika tidak diperlakukan dengan benar,” ucap Camat Warungasem M Fatoni saat sosialisasi bahaya dan manfaat listrik dengan warga Desa Lebo,  Kecamatan Warungasem, Batang, Senin (6/2).

Untuk diketahui lebih lanjut, SUTET memang ditujukan untuk menyalurkan energi listrik dari pusat-pusat pembangkit yang jaraknya jauh menuju pusat-pusat beban sehingga energi listrik bisa disalurkan dengan efisien. Di Batang sendiri memang merupakan jalur SUTET, dari beberapa pembangkit listrik di pulau Jawa. Bahkan akan bertambah jika PLTU Batang berdiri beberapa waktu ke depan.

Di wilayah Warungasem kata Fatoni, ada banyak desa yang dilewati oleh SUTET. Untuk itu, sangat penting untuk memberikan sosialisasi kepada warganya. Agar bisa memperlakukan jaringan listrik tersebut dengan benar. Jika warga tidak berhati-hati saat beraktivitas di area SUTET, selain bisa membahayakan diri sendiri juga mendatangkan kerugian dari PLN.

“Listrik itu seperti gaib, tidak bisa dilihat tapi punya kekuatan yang dahsyat. Itu salah satu ciptaan Allah SWT. Untuk itu perlu disosialisasikan bagaimana menggunakan listrik dengan bijak, karena jika salah bisa bahaya,” ujarnya.

Ditambahkan Fatoni, selain jalur SUTET yang lama, wilayahnya Warungasem juga akan kembali dilewati jalur SUTET baru. Yaitu jalur Ungaran – Mandiracan. Namun untuk kali ini, hanya melewati satu desa saja, yaitu Desa Pandansari.

“Untuk jalur baru SUTET Ungaran -Mandiracan, hanya melewati dengan Pandansari saja. Di dua tapak, satu milik desa (tanah bengkok) satu milik warga. Kami juga sudah sosialisasi dengan warga sekitar terkait pembebasan lahan tersebut,” terangnya.

Supervisor Lingkungan Keselamatan dan Ketenagalistrikan (LK2) PLN Area Pelayanan Prima (APP) Purwokerto Agus Lukito juga membenarkan bahaya dari SUTET. Dengan kekuatan listrik yag cukup besar, akan sangat berbahaya bagi masyarakat di sekitarnya, jika salah dalam bertindak.

“Jaringan listrik standar saja yang melintas di pemukiman sudah berbahaya. Jika warga salah dalam penanganan akan membahayakan diri sendiri. Untuk itu, kami sosialisasikan bahaya dan manfaat dari listrik ini kepada warga,” jelasnya.

Dicontohkan, jika kabel listrik PLN terkena ranting pohon atau sejenisnya, diharapkan menghubungi PLN terdekat. Jangan dipotong sendiri, karena bisa menyetrum jika tidak benar. Sama halnya dengan SUTET dengan tegangan yang lebih tinggi lagi. Untuk itu, disarankan kepada warga jangan beraktivitas yang bisa membahayakan di sekitar lokasi SUTET.

Seperti main layangan berbahan kain, karena sifatnya yang basah dan bisa menyalurkan listrik tentu akan sangat berbahaya jika mengenai kabel di SUTET. Selain itu, jaringan kabel juga bisa rusak. (han/ric)