31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Puluhan Pemuda Tambal Jalur Pantura

KENDAL—Puluhan pemuda Kendal melakukan aksi tambal jalan di Jalur Pantura Kendal. Aksi ini dilakukan lantaran geram dengan jalan berlubang di sepanjang Jalur Pantura Kendal yang tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah. Selain itu, aksi tambal jalan ini dilakukan lantaran prihatin atas banyaknya kecelakaan di jalan berlubang yang terjadi akhir-akhir ini.

Aksi dilakukan mulai di Jalur Pantura Desa Truko Kecamatan Kangkung Kendal. Lokasi dipilih karena pada titik tersebut, lubang-lubang jalan hampir merata. Bahkan dalam sepekan ini, di jalan tersebut sedikitnya telah terjadi tiga kali kecelakan, satu korban di antaranya meninggal.

Menurut Ahmad, ide aksi ini muncul di grup facebook Liputan Kendal Terkini (LKT). Yakni dari diskusi seringnya kejadian kecelakaan di Jalur Pantura Kendal. Dari diskusi tersebut, sejumlah member grup bersepakat melakukan penambalan dengan cara patungan.

“Ada yang menyumbang uang, ada juga yang menyumbang tenaga, bahan material seperti pasir, semen serta alat bangunan. Hasilnya, kami kumpulkan dan kemudian kami kerjakan secara bergotong-royong, tanpa imbalan atau upah sama sekali,” ujar Ahmad, Senin (6/2) kemarin.

Kegiatan tersebut diakuinya hanya spontanitas saja. Pihaknya juga tidak berkoordinasi dengan pemerintah setempat. “Aksi ini hanya pemantik saja, harapannya pemerintah mau melihatnya kemudian bergegas untuk memperbaikinya. Sebab jika tidak, akan banyak lagi korban yang berjatuhan,” paparnya.

Hal senada dikatakan Ahmad Subakir. Ia menambahkan dengan aksi tersebut dia berharap, ke depan pemerintah lebih bisa siaga untuk perawatan jalan. Jadi tidak perlu menunggu adanya keluhan warga, ketika ada kerusakan langsung bisa diperbaiki.

“Pemerintah seolah tutup mata dengan perawatan jalan. Warga memang menghendaki jalan itu dibangun bagus. Tapi jika menunggu pembangunan tentu lama, jadi paling tidak lubang-lubang jalan ini ditambal terlebih dahulu. Jangan sampai memakan korban lebih banyak lagi,” tandsnya.

Selain itu, ia berharap ada ketegasan dari pemerintah perihal pengaturan besaran tonase kendaraan berat. Sebab, salah satu penyebab kerusakan jalan, menurutnya karena muatan kendaraan berlebih. “Sehingga jalan cepat rusak, apalagi saat musim hujan seperti ini,” tuturnya.

Bupati Kendal Mirna Annisa yang mendapat laporan kerusakan jalan mengaku sudah minta dinas terkait untuk berkoordinasi dengan pihak provinsi. Sebab perbaikan jalan tersebut, tanggung jawab pemerintah pusat. Sehingga pemerintah daerah tidak menganggarkan untuk perawatan jalan yang berlubang.

Menurutnya, penambalan jalan sudah dilakukan, tapi hanya di beberapa titik. Jadi tidak menyeluruh, sehingga terkesan tidak ada penambalan. “Saya sudah memerintahkan kepada dinas terkait untuk berkoordinasi dengan provinsi kembali, supaya melakukan penambalan,” katanya. (bud/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here